Berita Hawzah – Abu Ala al‑Wala’i, Sekretaris Jenderal Kataib Sayyid al‑Shuhada Irak, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh media‑media yang dekat dengan poros perlawanan, menegaskan apa yang ia sebut sebagai “ikatan ideologis dan politik kelompok‑kelompok perlawanan dengan Republik Islam Iran”, serta menyatakan bahwa dukungan Ilahi terhadap negara tersebut “pasti dan berkelanjutan”.
Ia, dengan merujuk pada sebuah riwayat sejarah, menyampaikan pandangan bahwa “kemenangan selalu berpihak kepada para pejuang perlawanan yang bermartabat” dan menggambarkan perkembangan situasi saat ini sebagai kelanjutan dari pola sejarah tersebut.
Al‑Wala’i, dalam bagian lain dari pernyataannya yang ditujukan kepada Pemimpin Republik Islam Iran, menyatakan bahwa kelompoknya sepenuhnya berada dalam barisan beliau, dan menyebut sikap ini sebagai bentuk “komitmen praktis poros perlawanan terhadap kepemimpinan religius dan politik”.
Sekretaris Jenderal Kataib Sayyid al‑Shuhada Irak itu juga memaparkan kriteria kepemimpinan menurut pandangan kelompok tersebut, dan menyebut iman, keberanian, kejujuran, ketulusan, serta kompetensi keagamaan sebagai dasar legitimasi kepemimpinan.
Ia kemudian mengkritik keras kebijakan Amerika Serikat dan menuduh Gedung Putih melakukan “pelanggaran perjanjian dan kejahatan”. Menurut al‑Wala’i, tindakan Amerika dalam menduduki negara‑negara lain dan menekan bangsa‑bangsa telah menyebabkan ketidakstabilan di kawasan.
Di bagian akhir, ia menggambarkan konfrontasi antara poros perlawanan dan Amerika Serikat sebagai “pertarungan antara iman dan tirani”, serta mengklaim bahwa dalam konfrontasi tersebut, Pemimpin Republik Islam Iran merupakan “perwujudan iman”, sementara mantan presiden Amerika Serikat merupakan “perwujudan tirani”.
Your Comment