Berita Hawzah – Ayatullah Alireza A‘rafi, Direktur Hawzah ilmiyah, dalam pertemuan dengan staf manajemen Hawzah Perempuan Provinsi Semnan pada Kamis, menyampaikan ucapan selamat atas datangnya bulan Rajab dan harapan agar kaum Muslimin dapat meraih keberkahan dari bulan Rajab, Sya‘ban, dan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa hawzah perempuan senantiasa berada di garis depan gerakan-gerakan bernilai dalam masyarakat.
Ketua Dewan Kebijakan Hawzah Perempuan menekankan bahwa salah satu aspek utama konfrontasi peradaban dengan dunia Barat yang berorientasi material adalah isu perempuan dan keluarga, yang berada di posisi terdepan baik dalam dinamika global maupun dalam konfrontasi peradaban Islam dengan Barat kontemporer.
Ayatullah A‘rafi menambahkan bahwa sejak 43 tahun lalu, dalam salah satu penelitiannya ia telah menekankan bahwa isu perempuan dan keluarga akan menjadi salah satu tantangan besar dunia dan tantangan serius bagi sistem Islam. Ia menegaskan, jika fondasi keluarga runtuh, maka keruntuhan itu akan menjadi bencana besar bagi umat manusia. Sistem hubungan rasional dan keluarga tidak boleh hancur.
Beliau menekankan bahwa hawzah perempuan memiliki misi peradaban yang mendasar dan mendalam. Menurutnya, tugas hawzah perempuan adalah menjelaskan logika, wacana, dan teori pembelaan keluarga di sekolah, universitas, keluarga, dan masyarakat. Hal ini membutuhkan logika dan seni yang kuat. Selain itu, misi umum hawzah perempuan adalah menjadi pembawa panji ajaran Islam dan menyebarkannya ke tengah masyarakat.
Ayatullah A‘rafi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akademik hawzah perempuan, baik dalam pendidikan maupun penelitian. Ia menyebut bahwa hawzah perempuan memiliki kapasitas besar, dan proses kelembagaan serta pembentukan institusi hawzah perempuan telah berkembang dalam cahaya wacana Revolusi Islam. Kini, keberadaan hawzah perempuan telah meluas dari Qom ke seluruh negeri bahkan ke berbagai belahan dunia, beriringan dengan aktivitas Jami‘at al-Mustafa.
Direktur Hawzah ilmiyah menekankan perlunya langkah lebih kuat dalam bidang akademik dan pengembangan kader unggul. Menurutnya, memiliki basis ilmiah yang kokoh di tingkat elit merupakan salah satu kebutuhan mendesak, sehingga sejumlah orang harus menjadi pilar ilmiah di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan identitas religius dan spiritual, mengingat hawzah memiliki sejarah seribu tahun yang telah melewati berbagai kondisi sulit dengan ilmu, jihad, akhlak, dan spiritualitas. Semangat keilmuan dan orientasi misi ini, menurutnya, harus semakin diperkuat di hawzah perempuan.
Di akhir pidatonya, Ayatullah A‘rafi menegaskan pentingnya dakwah (tabligh) sebagai salah satu misi fundamental hawzah, sebagaimana selalu ditekankan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam. Ia menambahkan bahwa penelitian dan pendidikan dalam arti luas juga merupakan bagian dari dakwah, namun secara khusus, perhatian lebih serius harus diberikan pada dakwah dan dimensi terkait dengannya.
Your Comment