Berita Hawzah – Hujjatul-Islam wal-Muslimin Askar Dirbaz, Kepala Organisasi Basij Ustaz-ustaz Provinsi Qom, Iran, dalam acara “11 Malam, 11 Masjid” yang digelar untuk memperingati Dekade Wawasan atas inisiatif Komunitas Pendukung Revolusi Islam Provinsi Qom di Masjid Quds, Jalan Syahid Karimi, Qom, menyampaikan pandangannya dengan merujuk pada ayat 31 Surah At-Taubah:
“'Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.’”
Dirbaz menegaskan, Nabi Muhammad (SAWW), dengan kemuliaan beliau, pertama-tama adalah hamba Allah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang seharusnya pertama-tama menjadi hamba Allah, dan memilih pemimpin atau wali yang benar-benar memiliki predikat ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah. “Kita tidak berhak menjadikan orang yang tidak demikian sebagai penguasa atau pemimpin kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, rakyat Iran telah menunjukkan kesetiaan mereka terhadap pemerintahan sejak bertahun-tahun silam, dan dalam Perang 12 Hari baru-baru ini, kembali terbukti bahwa bangsa ini tidak akan pernah meninggalkan Islam dan cita-cita Revolusi Islam. “Kita harus memiliki alasan yang rasional dan syar’i untuk setiap tindakan kita. Jika kita membela Revolusi Islam, setidaknya ada dua alasan kuat: pertama, Republik Islam adalah kelanjutan dari jalan Nabi Muhammad dan Ahlul Bait (as), yang menyingkirkan tirani, dan di puncak pemerintahan ini ada Wali Faqih yang memenuhi syarat, bijaksana, dan manajer yang kompeten untuk menegakkan Islam.”
“Alasan kedua,” lanjut Dirbaz, “adalah bahwa Imam Khomaini (ra) memberikan indikator bagi kita: jika musuh mendukung kelompok atau individu tertentu, kemungkinan besar mereka tidak berpihak kepada rakyat. Sebaliknya, jika musuh menentang atau merusak seseorang atau pemerintahan, maka itu menandakan mereka berada di jalan yang benar dan adil.”
Di akhir sambutannya, Dirbaz menegaskan, “Kita memiliki seorang pemimpin yang bisa dikatakan tiada tandingannya di dunia; beliau tidak ikut campur dalam urusan administratif dan eksekutif, dan ingin agar urusan negara dijalankan oleh orang-orang pilihan rakyat. Kita semua harus bersyukur atas seorang pemimpin yang bijak dan visioner seperti ini. Rahbar (pemimpin tertinggi) adalah karunia besar Allah bagi rakyat kita.”
Ulama Iran:
Rakyat Iran Teguh Dukung Pemerintahan dan Tidak Akan Meninggalkan Islam serta Cita-Cita Revolusi/ Pemimpin Tertinggi adalah Anugerah Besar Tuhan bagi Rakyat Iran
Hawzah/ Kepala Organisasi Basij Ustaz-uztaz Provinsi Qom menyatakan: “Selama bertahun-tahun, rakyat Iran selalu menunjukkan kesetiaan mereka terhadap pemerintahannya, dan dalam Perang 12 Hari baru-baru ini, kembali terbukti bahwa bangsa ini tidak akan pernah meninggalkan Islam dan cita-cita Revolusi Islam mereka.”
Your Comment