Berita Hawzah – Konferensi ilmiah internasional bertajuk “Sayyid Mujahid dan Warisan Keilmuannya” akan diselenggarakan dengan tujuan mengenang serta mengkaji dimensi pemikiran dan perjuangan (jihad) tokoh ulama besar tersebut.
Kegiatan ilmiah ini diselenggarakan atas kerja sama Atabah Suci Abbasiyah, Dewan Tinggi Revitalisasi Warisan Islam, dan Pusat Riset Syaikh Thusi, serta akan berlangsung di dua kota suci Najaf dan Karbala.
Jadwal Konferensi
Upacara pembukaan dan peluncuran dua ensiklopedia:
- Waktu: Rabu, 7 Januari 2026 / 17 Rajab al-Ashab 1447 H, pukul 15.00 waktu setempat
- Tempat: Najaf Asyraf, kawasan al-Hannanah, Kompleks Imam Murtadha (as), Aula Syaikh Anshari (q.s.)
Sesi-sesi ilmiah:
- Hari: Kamis, 8 Januari 2026 / 18 Rajab al-Ashab 1447 H
- Tempat: Kompleks Makam Suci Hazrat Abbas (as), Karbala Mu‘alla
- Sesi pagi (sesi pertama dan kedua): pukul 09.00, di Aula Imam Hasan (as) dan Aula Qasim bin Hasan (as)
- Sesi sore (sesi ketiga dan keempat): pukul 15.00, di aula yang sama
Dalam konferensi ini, para peneliti dan akademisi terkemuka dari Irak maupun dari berbagai negara lainnya akan mempresentasikan makalah serta membahas berbagai aspek kehidupan ilmiah, pemikiran, dan perjuangan tokoh berpengaruh tersebut.
Mengenal Ayatullah Sayyid Muhammad Mujahid
Sayyid Muhammad Thabathaba’i, yang dikenal dengan sebutan “Sayyid Mujahid” (1180–1242 H), merupakan salah satu marja dan fakih besar mazhab Imamiyah pada abad ke-12 dan ke-13 Hijriah. Ia dilahirkan di kota suci Karbala. Salah satu sisi paling menonjol dalam perjalanan hidupnya adalah keberanian beliau dalam mengeluarkan fatwa dan memimpin jihad melawan agresi Rusia terhadap Iran pada masa pemerintahan Fath Ali Shah Qajar.
Dari ulama pejuang ini, sejumlah karya ilmiah berharga dan berpengaruh telah diwariskan kepada dunia keilmuan Islam, di antaranya “Mafâtîh al-Ushûl” dan “Manâhil al-Ahkâm”, yang hingga kini masih menjadi rujukan penting dalam kajian fikih dan ushul fikih.
Atabah Suci Hazrat Abbas (as), Dewan Tinggi Revitalisasi Warisan Islam, serta Pusat Riset Syaikh Thusi mengundang seluruh pemerhati, kalangan hawzah, akademisi universitas, dan para peneliti untuk berpartisipasi dan menghadiri konferensi ilmiah ini.
Your Comment