Berita Hawzah – Seiring memanasnya atmosfer pemilu di Chili, Komunitas Palestina negara tersebut menyampaikan pesan tegas kepada para kandidat presiden. Maurice Khamis, Ketua Komunitas Palestina Chili, dalam acara tahunan “Dari Betlehem ke Chili: Cahaya Harapan” menekankan bahwa kebijakan luar negeri Chili terhadap Palestina bukanlah sikap sementara, melainkan pilar tetap dari identitas diplomatik negara ini, yang harus terus berlandaskan prinsip, etika, dan penghormatan terhadap hak-hak bangsa.
Khamis mengingatkan: “Dalam beberapa pekan mendatang, Chili akan memilih presiden baru. Pergantian pemerintahan tidak boleh mengubah pendekatan negara ini terhadap isu Palestina.” Ia menambahkan: “Siapa pun yang memegang kendali setelah pemilu, kami berharap tetap menjaga sikap terhormat dan konsisten Chili terhadap Palestina; sikap yang berlandaskan keadilan, martabat manusia, dan pembelaan atas hukum internasional, serta telah memberikan reputasi diplomatik selama puluhan tahun.”
Ia menekankan bahwa di tengah dunia yang penuh krisis dan ketidakstabilan, Chili harus melanjutkan jalannya yang terang: “Di masa seperti ini, lebih dari segalanya, komitmen pada prinsip-prinsip yang membedakan negara kita di panggung internasional menjadi penting; prinsip-prinsip seperti membela hak asasi manusia, menghormati penuh hukum internasional, dan menolak tanpa ragu setiap bentuk kejahatan perang.”
Menurut para pengamat, pernyataan ini muncul pada momen krusial ketika kebijakan luar negeri menjadi salah satu topik panas dalam debat pemilu Chili, dan Komunitas Palestina negara tersebut berusaha memastikan suaranya berpengaruh dalam diskusi-diskusi tersebut.
Your Comment