Berita Hawzah – Dalam pertemuan khusus bertajuk “Masa Depan Pertempuran” yang berfokus pada kajian peran umat Islam dalam mematahkan hegemoni Amerika, yang diselenggarakan pada hari Minggu atas prakarsa Majma' Jahani Qademoon dan disiarkan melalui Al-Kautsar TV, Dr. Yahya Ghaddar, Sekretaris Jenderal Global Assembly for Supporting the Resistance, menyampaikan pidato.
Ia pada awal sambutannya, dengan mengucapkan terima kasih kepada para penyelenggara program tersebut, menyatakan: “Program ini diselenggarakan dalam kerangka program pemikiran dan analisis dengan judul ‘Masa Depan Pertempuran dan Peran Umat Islam dalam Mematahkan Hegemoni Amerika’, dan topik yang dibahas adalah kajian mengenai poros ‘Iran dan poros perlawanan dalam persamaan konflik regional dan internasional’.”
Sekretaris Jenderal Majelis Global untuk Mendukung Perlawanan, dengan menyinggung posisi Republik Islam Iran dalam poros perlawanan, menambahkan:
“Dalam kerangka perkumpulan global untuk mendukung opsi perlawanan yang telah meluas di 86 negara di dunia, peran, posisi, dan capaian Iran serta struktur militer dan kepemimpinannya bersifat historis dan strategis.”
Dr. Ghaddar menegaskan: “Republik Islam Iran setelah kemenangan Revolusi Islam, dengan kepemimpinan Ruhollah Khomeini dan keberlanjutannya di bawah arahan Ali Khamenei, telah mampu menghadirkan sebuah model komitmen terhadap ajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam serta memperkenalkan jalur ini sebagai manifestasi iman umat Islam dalam menghadapi sistem dominasi global.”
Ia, dengan merujuk pada peran Iran dalam perkembangan regional dan internasional, menegaskan: “Perlawanan rakyat Iran dan poros perlawanan dalam menghadapi tekanan dan perang yang luas, khususnya dalam dimensi regional dan global, telah mampu memengaruhi persamaan kekuatan serta menciptakan kejutan strategis bagi musuh-musuh.”
Sekretaris Jenderal tersebut menambahkan:
“Proses ini merupakan cerminan dari Islam murni Muhammadi dan pembelaan terhadap kaum tertindas dunia; Islam yang berdiri menghadapi sistem dominasi dan kekuatan arogan serta membela hak hidup dan martabat manusia.”
Ia, dengan menyinggung perkembangan terbaru kawasan, menegaskan:
“Apa yang sedang berlangsung saat ini bukan hanya perang militer, melainkan juga perang pada tingkat konsep dan narasi; perang antara dua kubu, yang satu berporos pada perlawanan dan pembelaan terhadap rakyat, dan yang lain berlandaskan dominasi serta kekerasan.”
Dr. Ghaddar dalam lanjutan pernyataannya mengatakan bahwa perkembangan terbaru telah mengarah pada perubahan dalam keseimbangan global: “Poros perlawanan, dengan peran Iran, tengah membentuk tatanan baru di dunia; suatu tatanan yang dapat berlandaskan keadilan, martabat manusia, dan penolakan terhadap dominasi.”
Ia pada akhir pernyataannya menekankan: “Dengan segala tekanan dan tantangan yang ada, jalan perlawanan akan terus berlanjut dan masa depan dunia bergerak menuju perubahan dalam struktur kekuasaan serta terbentuknya dunia yang lebih adil.”
Your Comment