Berita Hawzah – Komandan Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Pasdaran Sayyid Majid Mousavi, mengadakan pertemuan dengan sejumlah keluarga syuhada pasukan Angkatan Dirgantara IRGC yang gugur dalam Pertahanan Suci Dua Belas Hari. Pertemuan tersebut mempertemukan keluarga-keluarga yang tahun ini untuk pertama kalinya menjalani momen-momen seperti Hari Ayah dan Hari Pasdaran tanpa kehadiran ayah mereka.
Di sela-sela pertemuan itu, Jenderal Mousavi menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan pertahanan Iran pada saat itu sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri guna menunaikan kewajiban moral tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa berada di tengah-tengah keluarga para syuhada ibarat berada di tempat yang suci, seperti masjid dan makam para Imam, dan momen tersebut memiliki nilai yang tak terlukiskan.
Komandan Angkatan Dirgantara IRGC itu juga menegaskan bahwa pasca perang dua belas hari, setelah musuh menyaksikan secara langsung kinerja pasukan Iran di medan operasi, pihaknya tidak pernah berhenti meningkatkan kesiapan. Ia memperingatkan bahwa apabila musuh melakukan kesalahan dan salah perhitungan, maka mereka akan menghadapi balasan yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.
Your Comment