Sunday 8 February 2026 - 10:48
Dari Berbagai Penjuru Dunia, Suara Dukungan untuk Gagasan Revolusi Islam Tak Terbendung

Hawzah/ Ayatullah A’rafi menegaskan bahwa masyarakat di berbagai negara di dunia telah menunjukkan dukungan dan empati yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap gagasan Revolusi Islam dan pandangan pandangan keagamaan.

Berita Hawzah – Ayatullah Alireza A’rafi dalam pertemuan dengan Dewan Organisasi Nasional Kelompok‑kelompok Dakwah yang digelar Sabtu malam di kantor Pimpinan Hawzah Ilmiyah, menegaskan bahwa kondisi saat ini sepenuhnya berbeda dengan seluruh periode sebelumnya. Ia menyatakan bahwa pada masa ini, kita berhadapan dengan situasi yang benar‑benar unik dan belum pernah dialami dalam sejarah. Perubahan‑perubahan tersebut, baik di dalam negeri maupun di tingkat global, sangat berpengaruh. Setelah peristiwa Thufan al‑Aqsha dan khususnya kejadian‑kejadian terbaru, babak baru yang terbuka kini berbeda dari semua fase yang pernah kita saksikan di masa lalu.

Peluang Tak Tertandingi di Hadapan Institusi Keagamaan dan Ulama

Kepala Hawzah Ilmiyah melanjutkan bahwa pada periode ini, selain peluang besar yang telah tercipta berkat Revolusi Islam selama berabad‑abad, terdapat pula tantangan dan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semua ini memberikan dampak signifikan terhadap institusi agama, kalangan ulama, Hawzah Ilmiyah, dan arus dakwah keagamaan. Dua unsur besar, yakni peluang luas dan tantangan besar, hadir secara bersamaan, dan masing‑masing memiliki pengaruh mendalam terhadap arah perjalanan Revolusi Islam.

Merujuk pada kondisi global, beliau menambahkan bahwa di tingkat internasional, kini terlihat adanya sinergi antara berbagai kekuatan, termasuk rezim Zionis, Amerika Serikat, Eropa, dan sebagian negara Arab, yang dalam banyak kasus bergerak menuju satu tujuan bersama. Koordinasi global semacam ini menunjukkan adanya ancaman dan tantangan serius bagi Revolusi Islam.

Dukungan Tak Terbendung Masyarakat Dunia terhadap Gagasan Revolusi Islam

Beliau menambahkan bahwa yang membuat situasi ini semakin berbeda adalah kenyataan bahwa masyarakat dunia, khususnya di berbagai negara, menunjukkan dukungan dan empati yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap gagasan Revolusi Islam dan pandangan‑pandangan keagamaan.

Anggota Dewan Ahli Fikih dalam Dewan Garda Konstitusi itu melanjutkan bahwa secara keseluruhan, kita berada pada titik di mana peluang dan ancaman, keduanya dengan bobot yang besar, sedang membentuk arah perjalanan Revolusi Islam. Kondisi ini memiliki arti penting bagi seluruh institusi keagamaan dan revolusioner, terutama Hawzah Ilmiyah.

Revolusi Islam Berdiri Berhadapan dengan Peradaban Barat

Kepala Hawzah Ilmiyah juga menyinggung proses historis perkembangan peradaban Barat dan mengatakan bahwa budaya serta peradaban Barat selama empat hingga lima abad terakhir telah berkembang secara berkelanjutan di seluruh dunia, dan hanya Revolusi Islam yang berdiri menentangnya secara serius. Saat ini, sebagian besar negara di dunia berada di bawah pengaruh peradaban tersebut, sementara Revolusi Islam tengah berjuang menghadapi arus global ini.

Beliau kemudian menekankan perlunya pemahaman yang lebih mendalam dan kritis terhadap peradaban Barat. Banyak orang yang memasuki universitas dan pusat‑pusat pendidikan, menurutnya, harus memiliki pandangan yang tajam dan kritis terhadap berbagai persoalan, khususnya dalam bidang ilmu‑ilmu humaniora dan teknologi. Kritik tersebut harus bersifat mendasar dan ilmiyah, bukan sekadar pandangan dangkal atau belum matang.

Di sisi lain, dalam ruang publik seperti masjid dan pusat‑pusat kebudayaan, pendekatan ini dapat disampaikan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Namun pada akhirnya, semua pihak harus menyadari bahwa peradaban Barat, dengan seluruh unsurnya, termasuk filsafat, ekonomi, dan ilmu pengetahuan, memiliki pengaruh mendalam terhadap sistem pendidikan dan keilmuan negara‑negara di dunia.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha