Tuesday 20 January 2026 - 12:20
10 Wasiat Ayatullah Qadhi untuk Bulan Rajab

Hawzah/ 87 tahun yang lalu, pada hari Sabtu, 5 Shahriwar 1317 HS (pemamggalan Iran) (sekitar 27 Agustus 1938 M), sehari sebelum memasuki bulan Rajab, almarhum Qadhi (Ayatullah Sayid Ali Qadhi, guru Allamah Thabathaba'i) menulis surat spiritual kepada para muridnya yang membahas tentang keutamaan, keagungan, dan kesucian bulan Rajab.

Dilansir dari Kantor Berita Hawzah, 87 tahun yang lalu, pada hari Sabtu, 5 Shahriwar 1317 HS (pemamggalan Iran), sehari sebelum memasuki bulan Rajab, almarhum Qadhi (Ayatullah Sayid Ali Qadhi, guru Allamah Thabathaba'i) menulis surat spiritual kepada para muridnya yang membahas tentang pentingnya, keagungan, dan kesucian bulan Rajab. Dalam bentuk arahan-arahan praktis, Beliau mengajak para murid untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini.

Bismillahirrahmanirrahim

.الحمد للّٰه رب العالمین، و الصلوة و السلام علی الرسول المبین، و وزیره الوصیّ الأمین، و أبناءهما الخلفاء الراشدین و الذریة الطاهرین، و الخلف الصالح و الماء المعین. صلّی الل‍ه و سلّم علیهم أجمعین

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul yang jelas, serta kepada wazir dan washi-nya yang terpercaya, kepada anak-anak mereka yang menjadi khulafaur rasyidin dan keturunan yang suci, dan kepada pengganti yang saleh serta sumber air yang jernih. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada mereka semua.

Peringatan: Sekarang Kalian Berada di Bulan-Bulan Haram

Kemudian, beliau menasihati para muridnya di dalam surat tersebut: "Bangunlah! Agar bekal perjalananmu bertambah, dan agar engkau menjadikan kesempatan ini sebagai ganjaran (yang diambil). Dan tegakkanlah (ibadah di) malam-malamnya dan berpuasalah di siang-siangnya, agar engkau menjadi hamba yang bersyukur kepada Tuhanmu Yang Maha Sempurna dan Melimpah dalam karunia dan kebaikan-Nya."

"Pada malam hari, kurangi tidurmu sedikit mungkin. Bahkan, lebih baiik jika kau tetap terjaga dan menghidupkan malam dengan ibadah. Betapa banyak pecinta (Ilahi) yang menghabiskan malamnya dalam keadaan terjaga tanpa tidur. Dan bacalah Al-Qur'an, kitab kebenaran, dengan suara yang indah dan penuh penghayatan, karena cahayanya menerangi kegelapan-kegelapan, dan tidak ada kandungan (kitab) apa pun yang dapat menyamainya."

Barangsiapa yang mengklaim selain ini, maka ia telah keliru.

1. Bertaubatlah:
Terutama pada malam Jumat atau hari Minggu sebelum bulan Rajab dimulai, laksanakan shalat taubat. Setelah bertaubat, hendaknya kamu menjauhi dosa-dosa besar maupun kecil. Berdasarkan kondisi, ulangi lagi shalat taubat pada hari kedua bulan Rajab.

2. Muhasabah dan Muraqabah:
Sesuai dengan kondisi, tekunlah dalam melakukan muraqabah amal (pengawasan diri) kecil dan besar, menghitung amal (muhasabah), serta mu’aqabah (menghukum diri sendiri atas kesalahan-kesalahan), karena ini merupakan landasan pertumbuhan bagi mereka yang ingin terjaga dan memiliki rasa takut (khasyah) di dalam hati.

3. Mendirikan Shalat Wajib dan Nawafil dengan Khusyuk:
Tunaikan shalat-shalat wajib pada waktu-waktu terbaiknya (beserta shalat nawafil, yang totalnya 51 rakaat). Jika tidak mampu melaksanakan semuanya, cukup kerjakan 44 rakaat. Jika masih ada halangan, cukupkan diri dengan shalat "Awwabin."

4. Shalat Malam:
Tidak ada jalan lain bagi orang beriman untuk menghindar dari shalat malam. Aneh rasanya jika seseorang mencari kesempurnaan (spiritual), namun tidak menghidupkan malamnya. Tidak ada seorang pun yang mencapai suatu tingkatan kesempurnaan tanpa melalui shalat malam.

5. Tilawah Al-Qur’an:
Bacalah Al-Qur’an di malam hari dengan suara yang penuh kesedihan dan cara yang baik, karena ia adalah "minuman kerasnya" orang-orang beriman.

6. Doa Al-Faraj dan Istighfar:
Bacalah Doa Al-Faraj untuk Imam Zaman (ajf) dalam qunut shalat witir atau setiap hari. Perbanyak juga istighfar untuk menutupi aib dan dosa-dosamu.

7. Dzikir Setelah Shalat:
Setelah shalat wajib, jangan tinggalkan Tasbih Sayyidah Fathimah Az-Zahra (sa). Ini adalah salah satu dzikir teragung, dan hendaknya dibaca minimal sekali dalam setiap majelis.

8. Menziarahi Kuburnya Orang Beriman:
Rutinlah menziarahi makam orang-orang beriman, tetapi hindari berziarah di malam hari; lakukanlah hanya pada siang hari.

9. Menjalin dan Menjaga Hubungan dengan Orang Beriman dan Orang Baik:
Pelihara hubunganmu dengan saudara-saudara seiman dan orang-orang saleh, dan hargailah hubungan ini, karena mereka adalah penolong di jalan yang sulit.

10. Ziarah Masjid dan Tempat-tempat Suci:
Arahkan langkahmu untuk menziarahi makam-makam suci atau masjid-masjid yang mulia. Seorang mukmin di dalam masjid seperti ikan di dalam air.

Beliau juga memberi peringatan bahanyanya dunia: "Jangan tertipu! Dunia telah menyibukkan kita, memperdaya dan menyesatkan kita. Namun, dunia bukan milik kita. Berbahagialah orang-orang yang jasadnya ada di alam dunia, tetapi hati mereka berada di alam malakut. Mereka lah yang secara lahir tampak sedikit, tetapi hakikatnya sangat banyak."

Sumber: Safahat min Tārīkh al-A‘lām fī al-Najaf al-Asyraf, jilid 1, hlm. 185–188

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha