Friday 27 February 2026 - 14:31
Pengalaman Pahit Afghanistan dan Irak Buat Amerika Takut Perang Kawasan

Hawzah/ Imam Jumat Borazjan, Iran, menyatakan bahwa Amerika Serikat, setelah pengalaman pahit dalam perang di Afghanistan dan Irak, khawatir akan konsekuensi dari perang besar di kawasan.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam Hasan Mosleh, Imam Jumat Borazjan, Iran, dalam khotbah Jumat minggu ini menekankan pentingnya memperkuat semangat harapan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial, sambil menyinggung Hari Kebaikan dan Dermawan, Pekan Sumber Daya Alam, serta menganalisis isu-isu terkini di negara.

Beliau mengucapkan selamat atas Hari Kebaikan dan Dermawan, menyebut kebaikan (ihsan) sebagai puncak ibadah dalam budaya Islam. Dengan merujuk pada ayat “Dan berbuatlah kebaikan; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”, Imam Jumat itu menekankan bahwa ihsan bukan sekadar perbuatan baik, tetapi tingkat ibadah di mana seseorang menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya.

Sehubungan dengan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, beliau menyatakan bahwa momen ini merupakan kesempatan terbaik untuk menanamkan budaya kedermawanan. Para dermawan harus diapresiasi, bantuan kepada yang membutuhkan menjadi prioritas, partisipasi dalam amal kebaikan diperluas, dan budaya wakaf, ihsan, serta infak harus ditanamkan dalam keluarga.

Dalam analisis isu-isu terkini dengan slogan “Jangan Kita Takut, Jangan Kalian Takut, Jangan Membuat Takut”, beliau menekankan bahwa bangsa Iran, sebagaimana diakui teman maupun lawan, telah menjadi bangsa yang bersejarah dan berperadaban melalui Revolusi Islam. Meski menghadapi tekanan dan konspirasi selama 47 tahun, terutama dari Amerika Serikat, bangsa ini tetap teguh dan bergerak dengan tekad kuat menuju kemajuan.

Beliau merujuk pada pernyataan terbaru Presiden AS tentang kegagalan 47 tahun upaya menggulingkan Republik Islam, menyebut pengakuan ini sebagai bukti kekokohan sistem dan kapasitas besar bangsa Iran.

Imam Jumat itu menambahkan bahwa Amerika Serikat, setelah pengalaman pahit dalam perang di Afghanistan dan Irak, khawatir akan konsekuensi dari perang besar di kawasan. Tujuan utama AS dari aktivitas regional adalah memengaruhi ekonomi dan semangat bangsa Iran, menanamkan harapan pada aliran anti-revolusi, dan memaksa Iran untuk bernegosiasi dari posisi lemah.

Beliau mengingatkan wasiat Syahid Haj Qasem Soleimani bahwa “di tengah krisis, terdapat peluang, asalkan kita tidak takut, kalian tidak takut, dan tidak menakut-nakuti”, menekankan bahwa setiap individu harus menjadikan ancaman musuh sebagai kesempatan untuk mempercepat gerak peradaban Iran Islam dengan pandangan tauhid.

Menutup khotbah, beliau menegaskan dengan merujuk pada ayat “Janganlah kamu lemah, jangan bersedih hati, dan kalian akan unggul jika beriman”, bahwa janji Allah adalah kemenangan bagi orang-orang beriman. Dengan menjaga iman, persatuan, dan semangat harapan, semua konspirasi dapat diatasi.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha