Friday 6 February 2026 - 01:16
Bendera Imam Mahdi (afs) dikibarkan di Markas Institut Bilal Tanzania

Hawzah/ Sheikh senior dari Komunitas Syiah Tanzania (TIC), Maulana Sheikh Hamid Jalalah, menghadiri upacara pengibaran bendera Imam Mahdi (afs) yang diselenggarakan di Institut Bilal. Acara tersebut turut dihadiri para ulama, tokoh agama, serta sejumlah mukmin dari berbagai lembaga dan institusi.

Berita Hawzah ­– Maulana Sheikh Hamid Jalalah dalam pidatonya menegaskan kedudukan Imam Mahdi (afs) dalam sejarah dan masa depan umat manusia. Ia menyampaikan bahwa Imam Mahdi (afs) bukan hanya penyelamat bagi kaum Muslimin, tetapi penyelamat seluruh umat manusia tanpa memandang agama, mazhab, atau perbedaan etnis.

Ia berkata, “Imam Mahdi (afs) adalah penyelamat umat dan seluruh umat manusia. Keyakinan akan hadirnya penyelamat akhir zaman adalah sebuah kepercayaan yang dianut oleh banyak masyarakat di berbagai belahan dunia.”

Lima Janji Setia kepada Imam Zaman (afs)

Dalam lanjutan pidatonya, Sheikh Jalalah menjelaskan bahwa kaum Muslim dan para pengikut Ahlulbait (as) memiliki lima komitmen utama kepada Imam Mahdi (afs) yang akan mereka pegang teguh hingga hari kemunculan beliau.

1. Menjaga persatuan di antara para pengikut Ahlulbait (as)

Ia menegaskan bahwa persatuan di antara pengikut Ahlulbait (as) merupakan fondasi kokoh bagi kekuatan dan kemafsuan mereka. Ia mengingatkan bahwa perpecahan internal, permusuhan, dan sikap saling menjatuhkan dapat melemahkan perjuangan menegakkan kebenaran dan menimbulkan masalah besar dalam masyarakat.

Sheikh Jalalah menekankan pentingnya memperkuat solidaritas, saling memaafkan, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan agama serta umat di atas kepentingan pribadi.

2. Menjaga persatuan di antara seluruh Muslim Tanzania

Komitmen kedua adalah menjaga persatuan di antara seluruh Muslim Tanzania tanpa memandang perbedaan mazhab. Ia menegaskan bahwa Islam adalah agama persatuan, dan perbedaan mazhab tidak boleh menjadi sumber permusuhan atau konflik.

Ia menyeru umat Islam untuk bekerja sama dalam kebaikan, pembangunan sosial, menjaga martabat Islam, dan berdiri bersama menghadapi musuh-musuh perdamaian dan persatuan.

3. Menjaga persatuan nasional bagi seluruh rakyat Tanzania

Dalam komitmen ketiga, Sheikh Jalalah menyatakan bahwa para pengikut Ahlulbait (as) berkewafsiban menjaga dan memperkuat persatuan nasional bagi seluruh rakyat Tanzania, tanpa memandang perbedaan agama, etnis, atau politik.

Ia menegaskan bahwa Tanzania adalah negara yang dibangun di atas fondasi perdamaian dan solidaritas, dan menjaga persatuan nasional merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam serta bentuk nyata dari penantian akan kemunculan Imam Mahdi (afs).

4. Mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai

Komitmen keempat adalah menumbuhkan toleransi, hidup berdampingan secara damai, menjauhi kekerasan, dan menyebarkan kasih sayang di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa kesabaran, saling menghormati, dan dialog yang bijaksana adalah sarana utama dalam menghadapi perbedaan pendapat. Menurutnya, masyarakat yang toleran adalah masyarakat yang paling dekat dengan nilai-nilai keadilan yang akan ditegakkan oleh Imam Mahdi (afs).

5. Menjaga perdamaian, ketenangan, dan keadilan

Komitmen kelima adalah menjaga perdamaian, ketenangan, dan keadilan dalam masyarakat. Sheikh Jalalah menyatakan bahwa menegakkan keadilan, melawan kezaliman, dan hidup berdasarkan prinsip keadilan merupakan bentuk kesiapan sejati dalam menyambut Imam Zaman (afs).

Ia menambahkan bahwa perdamaian sejati tidak terwujud hanya melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan adil, sikap penuh kejujuran, dan perhatian terhadap kaum mustadh‘afin.

Ucapan terima kasih dan doa penutup

Di akhir acara, Sheikh Hamid Jalalah menyampaikan apresiasi kepada seluruh mukmin yang hadir, serta kepada para ulama dan syekh dari Institut Bilal atas peran mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan acara tersebut.

Ia kemudian memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar mempercepat kemunculan Imam Zaman (afs) dan menjaga perdamaian serta persatuan dalam masyarakat.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha