Friday 28 November 2025 - 10:39
Republik Islam Tegak Sebagai Kekuatan Utama / Pentingnya Persatuan Rakyat Hadapi Musuh

Hawzah/ Ayatullah al-‘Uzma Sayyid Ali Khamenei, terkait isu kawasan dan perang 12 hari, menegaskan: "Dalam perang 12 hari, bangsa Iran tanpa ragu telah mengalahkan baik Amerika maupun rezim Zionis. Mereka datang berbuat kejahatan, namun akhirnya dipukul mundur, kembali dengan tangan kosong, dan tidak mencapai satu pun dari tujuan mereka. Itu adalah kekalahan nyata bagi mereka."

Berita Hawzah – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah al-‘Uzma Sayyid Ali Khamenei, dalam pidato televisi malam ini yang ditujukan kepada bangsa Iran, menekankan pentingnya memperkuat dan melanjutkan gerakan Basij secara berkesinambungan sebagai “Sebuah kekayaan besar, gerakan umum, dan faktor peningkatan kekuatan nasional”. Beliau menyebut kegagalan Amerika dan rezim Zionis dalam mencapai tujuan serangan terhadap Iran sebagai bukti nyata kekalahan mereka, dan menyerukan seluruh rakyat serta kelompok politik untuk menjaga dan memperkuat persatuan nasional.

Ayatullah Khamenei menegaskan perlunya langkah para pejabat dalam memuliakan Basij. Menurut beliau, Basij adalah gerakan nasional yang bernilai tinggi, berlandaskan motivasi ilahi dan nurani, penuh percaya diri dan keberanian. Beliau menambahkan, generasi keempat Basij, yakni para remaja di seluruh negeri, telah siap bekerja dan berjuang. Gerakan penting ini harus terus tumbuh lintas generasi, semakin kuat dan sempurna.

Pemimpin Revolusi menekankan bahwa keberadaan gerakan seperti Basij sangat bermanfaat dan merupakan jalan keluar bagi setiap negara. Lebih-lebih bagi negara Iran, yang secara terbuka berdiri menghadapi “para pengganggu dan preman internasional”, kebutuhan terhadap Basij jauh lebih besar dibanding negara lain.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung pentingnya perlawanan bangsa-bangsa terhadap keserakahan dan intervensi para penguasa dunia. Beliau menegaskan bahwa unsur besar perlawanan yang lahir dan berkembang di Iran kini tampak dalam slogan-slogan dukungan terhadap Palestina dan Gaza di berbagai belahan dunia, termasuk di negara-negara Barat bahkan Amerika.

Beliau menegaskan bahwa hidup dan semangat Basij merupakan faktor utama pertumbuhan perlawanan bangsa-bangsa terhadap para penindas dunia. Beliau juga menambahkan, kaum mustadh‘afin (orang-orang yang dilemahkan atau ditindas) di seluruh dunia dengan berkembangnya perlawanan merasakan dukungan dan kekuatan.

Dalam penjelasan mengenai hakikat Basij, Pemimpin Revolusi menyatakan: “Basij dalam bentuk organisasinya sebagai bagian dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tampil dengan wajah tegas di hadapan musuh, sementara di hadapan rakyat tampil sebagai pelayan. Namun yang lebih penting adalah basis luas Basij yang hadir di seluruh negeri, dalam diri setiap individu dan kelompok yang bersemangat, siap bekerja, penuh motivasi dan harapan, di bidang ekonomi, industri, ilmu pengetahuan, universitas, hawzah, produksi, dunia usaha, dan berbagai sektor lainnya.”

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa Basij dengan definisi umum dan menyeluruh ini adalah kekuatan yang mampu menggagalkan rencana musuh di bidang pemerintahan, ekonomi, produksi, teknologi, dan seluruh sektor. Beliau mencontohkan: para ilmuwan yang gugur dalam perang 12 hari, para perancang, pembuat dan peluncur roket, mereka yang dengan logika kuat dan bahasa jelas melawan propaganda dan bisikan musuh, para dokter dan perawat yang tetap bertugas di rumah sakit saat perang, serta para atlet yang di arena internasional menunjukkan pengabdian kepada Tuhan, agama, bangsa, dan negara, semua itu adalah Basij, baik mereka anggota organisasi resmi maupun tidak.

Beliau menambahkan: Imam (Khomeini) yang bangga dengan identitasnya sebagai seorang Basiji, sebenarnya menginginkan sebuah Basij yang bersifat menyeluruh. Basij itu bukan milik satu kelompok tertentu, melainkan mencakup seluruh suku, profesi, dan lapisan masyarakat.”

Dalam poin terakhir mengenai Basij, Ayatullah Khamenei menekankan kepada seluruh pejabat negara: “Bertindaklah seperti seorang Basiji, jalankan tugas dengan iman, motivasi, dan keberanian.”

Dalam bagian lain pidatonya, beliau menyinggung isu kawasan dan perang 12 hari. Ayatullah Khamenei menegaskan: “Dalam perang 12 hari, bangsa Iran tanpa ragu telah mengalahkan Amerika dan rezim Zionis. Mereka datang berbuat kejahatan, namun akhirnya dipukul mundur, kembali dengan tangan kosong, dan tidak mencapai satu pun dari tujuan mereka. Itu adalah kekalahan nyata bagi mereka.”

Beliau dalam pidato televisi menyinggung rencana jangka panjang rezim Zionis untuk berperang dengan Iran. Beliau menyatakan bahwa rezim tersebut selama 20 tahun merancang sebuah skenario perang yang bertujuan memprovokasi rakyat agar berhadapan dengan pemerintahan. Namun kenyataannya berbalik: rencana itu gagal, bahkan pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan dengan pemerintahan ikut berdiri di sampingnya, sehingga tercipta persatuan umum di seluruh negeri.

Pemimpin Revolusi menegaskan: “Memang kita juga mengalami kerugian, dan sesuai dengan hakikat perang, jiwa-jiwa berharga telah hilang. Namun Republik Islam menunjukkan dirinya sebagai pusat tekad dan kekuatan, mampu berdiri tegak tanpa gentar menghadapi hiruk-pikuk, dan mengambil keputusan dengan penuh keberanian. Selain itu kerugian material yang diderita musuh jauh lebih besar dibanding kerugian kita.”

Ayatullah Khamenei menyoroti kerugian besar Amerika dalam perang 12 hari. “Amerika dalam perang ini mengalami kerugian besar. Meski menggunakan senjata ofensif dan defensif paling canggih, mereka gagal mencapai tujuan untuk menipu rakyat dan menarik mereka ke pihaknya. Justru persatuan rakyat semakin kuat, dan Amerika pun gagal.”

Beliau juga menyinggung reputasi buruk rezim Zionis dalam tragedi Gaza, yang disebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah kawasan. “Amerika berdiri di samping rezim penjajah itu dan menjadi sangat tercela, karena dunia tahu rezim Zionis tidak mampu melakukan semua kejahatan ini tanpa dukungan Amerika.”

Ayatullah Khamenei menegaskan: “Manusia paling dibenci di dunia saat ini adalah kepala pemerintahan Zionis, dan organisasi paling dibenci adalah rezim Zionis. Karena Amerika berada di samping mereka, kebencian terhadap Zionis juga menular ke Amerika.”

Beliau menilai intervensi Amerika di berbagai kawasan sebagai faktor utama isolasi yang semakin besar. “Setiap kali Amerika campur tangan di suatu wilayah, hasilnya adalah perang, genosida, kehancuran, dan pengungsian.”

Sebagai contoh, beliau menyebut perang Ukraina: “Perang yang penuh kerugian dan tanpa hasil ini adalah contoh nyata intervensi Amerika. Presiden Amerika saat ini pernah berkata akan menyelesaikan perang dalam tiga hari, namun setelah hampir satu tahun, mereka justru memaksakan rencana 28 pasal kepada negara yang mereka masukkan ke dalam perang.”

Ayatullah al-‘Uzma Khamenei menegaskan bahwa serangan rezim Zionis ke Lebanon, agresi terhadap Suriah, kejahatan di Tepi Barat, serta kondisi tragis Gaza merupakan bukti nyata dukungan terang-terangan Amerika terhadap perang dan kejahatan rezim tersebut. Beliau menepis kabar bahwa pemerintah Iran melalui negara ketiga pernah mengirim pesan kepada Amerika, dengan menegaskan bahwa isu itu adalah kebohongan murni dan sama sekali tidak pernah terjadi.

Beliau menyoroti pengkhianatan Amerika bahkan terhadap sekutunya sendiri demi mendukung jaringan Zionis dan melanjutkan perang demi minyak serta sumber daya bawah tanah. Menurut beliau, dampak intervensi itu kini bahkan menjangkau Amerika Latin. “Pemerintah seperti ini jelas bukan pihak yang Republik Islam ingin bekerja sama atau menjalin hubungan dengannya,” tegasnya.

Dalam bagian akhir pidatonya, Pemimpin Revolusi menyampaikan sejumlah nasihat kepada bangsa Iran:

  • Menjaga dan memperkuat persatuan nasional. Beliau menekankan bahwa meski terdapat perbedaan di antara kelompok sosial dan politik, yang terpenting adalah berdiri bersama menghadapi musuh, sebagaimana dalam perang 12 hari. Persatuan ini merupakan faktor penting bagi kekuatan nasional.
  • Mendukung presiden dan pemerintah. Beliau mengingatkan bahwa tugas mengelola negara sangat berat, namun pemerintah telah memulai langkah-langkah baik, termasuk melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan oleh syahid Raisi. Hasilnya, insya Allah, akan dirasakan rakyat.
  • Menghindari pemborosan. Ayatullah Khamenei menekankan bahaya besar dari pemborosan dalam segala hal, termasuk roti, gas, bensin, dan bahan makanan. Menurut beliau, jika pemborosan dapat dikurangi, kondisi negara pasti akan jauh lebih baik.
  • Memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Beliau menutup dengan ajakan untuk memperbanyak doa dan munajat, memohon kepada Allah SWT untuk segala hal, termasuk turunnya hujan, keamanan, dan kesejahteraan, agar Allah SWT dengan karunia-Nya menyediakan jalan perbaikan bagi urusan bangsa.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha