Berita Hawzah - Aksi besar ini merupakan gelombang protes massal ketiga sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Penutupan pemerintahan federal (government shutdown) juga menjadi salah satu pemicu utama demonstrasi tersebut, karena telah melumpuhkan sejumlah program dan layanan publik.
Para pengamat politik menilai bahwa langkah-langkah Trump saat ini merupakan upaya untuk menguji keseimbangan kekuasaan di Amerika Serikat, sebab cabang eksekutif kini menunjukkan sikap agresif terhadap Kongres dan lembaga peradilan. Hal ini dianggap sebagai tanda kemunduran menuju gaya pemerintahan otoriter dan diktator.
Aksi protes ini awalnya dimulai di luar Amerika Serikat, dengan ratusan demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar AS di London, serta ratusan lainnya di Madrid dan Barcelona. Gerakan tersebut kemudian menyebar luas ke berbagai kota di Amerika Serikat dengan seruan yang sama menentang kebijakan pemerintahan Trump.
Sumber: Al Jazeera
Your Comment