Wednesday 25 February 2026 - 17:21
Hawzah, Pilar Utama Penjaga Al-Qur’an

Hawzah/ Issam Al-Emad menyatakan bahwa Hawzah (lembaga pendidikan keagamaan) pada hakikatnya turut menghidupkan Al-Qur’an dengan menyebarkan ajaran-ajarannya serta menjaga dan menghidupkan kembali sabda Ahlulbait.

Berita Hawzah – Dr. Issam Al-Emad, di sela kunjungannya ke Pameran Internasional Al-Qur’an dan dalam wawancara dengan wartawan Berita Hawzah, memaparkan peran penting Hawzah (lembaga pendidikan keagamaan) dalam menyebarluaskan ajaran Al-Qur’an.

Ia menyatakan bahwa salah satu ciri menonjol Hawzah Syiah adalah fondasinya yang sejak awal dibangun di atas Al-Qur’an dan sabda Ahlulbait (as).

Hawzah Memiliki Ikatan Mendalam dengan Al-Qur’an

Al-Emad menjelaskan bahwa Hawzah Syiah sejak awal memiliki hubungan yang erat dengan Al-Qur’an dan ajaran Ahlulbait (as). Menurutnya, pemahaman yang benar terhadap Al-Qur’an dan penafsirannya merupakan salah satu karakteristik utama lembaga-lembaga tersebut.

Ia menegaskan bahwa sabda Ahlulbait (as) senantiasa bersumber dari Al-Qur’an, dan para Imam Maksum dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, termasuk fikih, ushul fikih, dan tafsir, selalu berbicara berdasarkan ajaran Al-Qur’an.

Sabda Ahlulbait sebagai Tafsir Al-Qur’an

Ia menambahkan, sebagai contoh, penafsiran Al-Qur’an oleh Imam Ja’far al-Shadiq (as) dan Imam Muhammad al-Baqir (as) selalu merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan dalam pembahasan fikih dan ushul, pandangan serta pendapat mereka dibangun di atas fondasi Al-Qur’an.

Al-Emad juga mengutip pernyataan Imam Ali yang pernah mengatakan bahwa seluruh pengetahuannya bersumber dari Al-Qur’an.

Dalam lanjutan penjelasannya, ia menegaskan bahwa mazhab Ahlulbait (as) pada hakikatnya adalah mazhab Al-Qur’an. Menurutnya, siapa pun yang menjalin hubungan dengan Ahlulbait (as) niscaya akan memiliki keterkaitan mendalam dengan Al-Qur’an. Seluruh sabda Ahlulbait (as), katanya, merupakan kelanjutan dan pelengkap ajaran Al-Qur’an, mencakup pembahasan tentang ketuhanan, hari kebangkitan, hukum-hukum agama, hingga hari kiamat.

Hawzah, Pilar Utama Penjaga Al-Qur’an

Hawzah sebagai Penggerak Utama Ajaran Al-Qur’an

Ia melanjutkan bahwa Hawzah pada hakikatnya turut menghidupkan Al-Qur’an dengan menyebarluaskan ajarannya serta menjaga dan melestarikan sabda Ahlulbait. Melalui upaya mempertahankan dan mengembangkan ajaran Al-Qur’an, lembaga-lembaga tersebut dinilai berperan dalam memperkuat budaya Qur’ani dan penegakan hukum-hukum Ilahi.

Penghinaan terhadap Al-Qur’an adalah Serangan terhadap Semua Agama

Peneliti dan aktivis keagamaan itu menegaskan, pihak yang memusuhi Islam kerap melakukan penghinaan terhadap Al-Qur’an, termasuk dengan membakarnya atau melancarkan serangan simbolik terhadapnya, karena kitab suci tersebut merupakan pilar utama Islam dan sejak masa Nabi Muhammad SAWW selalu menjadi pusat perhatian umat.

Ia menambahkan bahwa sepanjang sejarah, para penentang Islam berupaya meragukan otoritas Al-Qur’an, bahkan menggunakan istilah-istilah merendahkan seperti “dongeng orang-orang terdahulu” untuk mendiskreditkannya. Menurutnya, pola serupa masih terus berlanjut hingga kini, dengan penggunaan istilah-istilah yang dimaksudkan untuk merusak wibawa Al-Qur’an.

Dr. Al-Emad menyatakan bahwa penghinaan terhadap Al-Qur’an tidak hanya mencerminkan ketidaktahuan pelakunya, tetapi juga menunjukkan penolakan terhadap kebenaran yang diyakini terkandung di dalamnya. Ia berpendapat bahwa keimanan kepada Al-Qur’an sebagai firman Tuhan berkaitan erat dengan keimanan kepada Tuhan itu sendiri.

Ia menegaskan bahwa iman kepada Al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari iman kepada Tuhan, karena meyakini Al-Qur’an sebagai kalam Ilahi merupakan bagian dari keyakinan tersebut.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha