Wednesday 25 February 2026 - 12:39
Tokoh Agama Lebanon Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Kemampuan Hadapi Agresi Israel

Hawzah/ Imam Jumat Beirut dan ulama Syiah Lebanon, Hujjatul Islam Sayyid Ali Fadlallah, dalam sebuah dialog publik bertema “Ramadan dan Penguatan Dimensi Kemanusiaan” yang diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Islam, menjawab berbagai pertanyaan peserta terkait perkembangan terbaru di Lebanon dan kawasan.

Berita Hawzah – Dalam pembukaan, Sayyid Fadlallah menegaskan bahwa ibadah terpenting yang Allah tetapkan dalam bulan ini adalah puasa, sebuah kewajiban yang mengajak manusia untuk menanggung kesulitannya dengan kesabaran dan niat yang tulus. Ia mempertanyakan mengapa syariat begitu menekankan puasa dan apa rahasia perhatian khusus terhadap orang-orang yang berpuasa. Apakah puasa hanya sebatas meninggalkan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan, atau ada tujuan yang lebih dalam?

Ia menjelaskan bahwa berbagai riwayat menegaskan bahwa tujuan puasa adalah membangkitkan kepekaan kemanusiaan, spiritual, dan moral dalam diri manusia—agar seseorang merasakan penderitaan orang lain, memahami lapar dan kesulitan kaum miskin, serta tidak terjebak dalam kelalaian akibat kemewahan. Puasa, menurutnya, hadir untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan memperkuat hubungan antara ibadah puasa dan kepedulian terhadap kaum lemah.

Seruan untuk Menguatkan Solidaritas Sosial

Sayyid Fadlallah menekankan bahwa masyarakat saat ini lebih membutuhkan daripada sebelumnya untuk memperkuat rasa tanggung jawab terhadap mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia mengingatkan bahaya sikap egois yang membuat seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri, bahkan dengan mengorbankan orang lain, serta memupuk sifat tamak dan penimbunan tanpa memedulikan dampaknya bagi kaum tertindas.

Menurutnya, pembenahan spiritual ini sangat penting dalam menghadapi kondisi ekonomi yang berat, di mana orang miskin semakin miskin dan orang kaya semakin kaya. Ia menilai bahwa inisiatif individual memang penting, tetapi solusi sejati terletak pada upaya kolektif yang terorganisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan menahan diri, bukan berlebih-lebihan; bulan memanfaatkan waktu, bukan menyia-nyiakannya; bulan ketenangan, bukan kemarahan; bulan keterbukaan dan hubungan sosial, bukan isolasi.

Kecaman terhadap Agresi Israel dan Seruan kepada Pemerintah

Sayyid Fadlallah dengan tegas mengutuk serangan berulang Israel terhadap wilayah selatan dan Lembah Bekaa. Ia meminta pemerintah Lebanon untuk menggunakan seluruh kemampuan di semua bidang guna menghadapi agresi tersebut, dan tidak membatasi persoalan ini hanya pada isu “monopoli senjata”, karena Israel memiliki tujuan yang jauh lebih besar dan tidak akan memberikan konsesi apa pun.

Ia juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pemenuhan janji-janji kepada rakyat Lebanon, termasuk merumuskan strategi keamanan nasional yang komprehensif untuk menjaga kedaulatan negara, melindungi kekayaan nasional, dan mempertahankan rakyat dari agresi yang terus berlangsung.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha