Wednesday 28 January 2026 - 21:49
Hikmah Nahjul Balaghah | Panduan Praktis Imam Ali (as) untuk Menempuh Hidup Damai

Hawzah/ Untuk sampai ke telaga kedamaian, kita harus menyambungkan jiwa-jiwa kita kepada Tuhan Yang Maha Ada. Tuhanlah yang memegang kunci-kunci hati manusia. Ketika seorang hamba memusatkan seluruh jiwa dan pikirannya kepada-Nya, Allah pun menggerakkan hati dan pikiran semua manusia untuk mendukungnya.

Berita Hawzah – Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam dalam salah satu hikmahnya di Nahjul Balaghah bersabda:


«مَنْ أَصْلَحَ مَا بَیْنَهُ وَ بَیْنَ اللَّهِ، أَصْلَحَ اللَّهُ مَا بَیْنَهُ وَ بَیْنَ النَّاسِ؛ وَ مَنْ أَصْلَحَ أَمْرَ آخِرَتِهِ، أَصْلَحَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَ دُنْیَاهُ؛ وَ مَنْ کَانَ لَهُ مِنْ نَفْسِهِ وَاعِظٌ، کَانَ عَلَیْهِ مِنَ اللَّهِ حَافِظ»

“Apabila seorang lelaki berperangai patut dalam urusan antara dirinya sendiri dan Allah, maka Allah akan menjaga kepatutan urusan antara dia dan orang lain. Dan apabila seseorang menjaga secara patut urusannya dengan kehidupan akhirat, maka Allah akan menjaga secara patut baginya urusan dunia ini. Barang siapa yang menjadi juru dakwah bagi dirinya sendiri akan dilindungi Allah.”¹

Penjelasan:

Terkadang, kita memiliki tujuan dan keinginan dalam pikiran, tetapi kita tidak tahu cara mencapainya, atau malah sedang menempuh jalan yang salah. Adakalanya, simpul-simpul buntu muncul dalam kehidupan duniawi seseorang, yang menyita semua perhatian dan kegelisahannya, hingga menguasai seluruh urusannya. Masalah dengan si fulan, kelompok tertentu, atau lembaga tertentu, termasuk hal-hal yang dapat membuat hidup terasa pahit dan menjerumuskan seseorang ke dalam kesulitan berulang kali.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara keluar dari begitu banyak kegelisahan dan kesulitan duniawi ini?

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalam memberikan solusi mendasar dalam menjalin hubungan dengan Allah Swt. Beliau menjelaskan bahwa antara manusia dan Sang Pencipta Yang Maha Esa terdapat urusan serta hak-hak khusus. Apabila seseorang memperbaiki hubungannya dengan Allah Yang Maha Tinggi—dan karena sabda Imam Ali adalah janji beliau, sementara beliau adalah Khalifatullah—maka pada hakikatnya janji tersebut adalah janji Allah. Allah pun berjanji akan memperbaiki urusan manusia dengan sesamanya. Dan sungguh, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Oleh karena itu, untuk mencapai telaga kedamaian, tidak ada jalan lain selain menyambungkan diri kepada Tuhan Yang Maha Ada. Tuhanlah yang memegang kunci-kunci hati manusia. Ketika seorang hamba memusatkan seluruh jiwa dan pikirannya kepada-Nya, Allah pun menggerakkan hati dan pikiran semua manusia untuk mendukungnya.

Bagaimana mungkin seseorang yang tak pernah menghiraukan Tuhan dan bersikap acuh pada kehendak-Nya akan merasakan lezatnya kedamaian dalam kehidupan dunianya?

Sab Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam sesungguhnya dapat memberikan kekuatan transendental kepada seorang hamba Allah—kekuatan yang mampu menguasai hati dan pikiran orang lain serta menyelaraskannya dengannya. Sebab, seorang hamba yang telah memenuhi seluruh dirinya dengan cahaya Ilahi akan mendapatkan daya tarik spiritual dari Allah, sehingga ia mampu memengaruhi semua orang di sekitarnya dan melunakkan hati mereka untuk bersamanya. Inilah maknanya: ketika seorang hamba berusaha memperbaiki hubungannya dengan Tuhan, maka Tuhan pun akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Lalu, mengapa kita rela melepas hubungan dan interaksi penuh cahaya ini? Bukankah kita sedang berjuang memperbaiki hidup kita? Bukankah ketenangan sejati adalah tujuan kita?

Catatan Kaki:

1. Hikmah ke-89 (Nahjul Balaghah).
2. «لَا یُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ»"Allah tidak akan menyalahi janji-Nya." (Q.S. Ar-Rum: 6)
3. «یَا مُقَلِّبَ اَلْقُلُوبِ وَ اَلْأَبْصَارِ»"Wahai Yang Membolak-balikkan hati dan pandangan." (Disebutkan dalam berbagai sumber)

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha