Berita Hawzah – Meskipun cuaca dingin, warga berkumpul di Lapangan Odenplan di pusat Stockholm, menanggapi seruan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Mereka kemudian berbaris memprotes rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat ke dalam wilayah pendudukan.
Para demonstran secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana aneksasi tersebut serta menyerukan tindakan segera dan serius terkait situasi kemanusiaan dan krisis di Gaza.
Minggu lalu, pemerintah Israel menyetujui perjanjian untuk mendaftarkan tanah-tanah Palestina di Tepi Barat sebagai “milik Israel” untuk pertama kalinya sejak pendudukan wilayah itu pada 1967. Menurut laporan Channel 7 Israel, langkah tersebut mencakup pembukaan kembali prosedur pendaftaran tanah yang sebelumnya dibekukan, pembatalan undang-undang lama Yordania terkait kepemilikan tanah, serta pengungkapan catatan pertanahan yang selama puluhan tahun dirahasiakan.
Sejumlah pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan “Hentikan Pembantaian” dan “Anak-anak di Gaza Dibunuh.”
Segin Mader, seorang aktivis politik Swedia yang turut serta dalam aksi tersebut, mengatakan bahwa para aktivis telah menggelar demonstrasi mingguan selama lebih dari dua tahun.
Ia menggambarkan situasi di Gaza sebagai “bencana kemanusiaan” dan mendesak pemerintah Swedia serta komunitas internasional untuk mengadopsi rencana aksi yang jelas.
Para penyelenggara juga mengumumkan peluncuran inisiatif baru bertajuk “Boikot terhadap Israel”, yang mendorong para pendukung untuk menekan para legislator agar mengambil sikap yang lebih tegas.
Sumber: Anadolu Agency
Your Comment