Sunday 22 February 2026 - 20:29
Syarah Doa | Empat Permohonan Orang yang Berpuasa kepada Allah di Hari Keempat

Hawzah/ «اللَّهُمَّ قَوِّنِي فِيهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِي فِيهِ حَلاوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِي فِيهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِي فِيهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ», "Ya Allah, kuatkanlah aku di bulan ini untuk menegakkan perintah-Mu, berilah aku merasakan manisnya mengingat-Mu, anugerahkanlah kepadaku kesiapan untuk menunaikan syukur kepada-Mu dengan kemurahan-Mu, dan jagalah aku di bulan ini dengan penjagaan dan perlindungan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Melihat di antara semua yang melihat."

Berita Hawzah – Dengan harapan diterimanya amal dan ibadah kaum muslimin, menerbitkan penjelasan doa-doa setiap hari di bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari keempat bulan Ramadhan beserta artinya:

«اللَّهُمَّ قَوِّنِي فِيهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِي فِيهِ حَلاوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِي فِيهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِي فِيهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ»

"Ya Allah, kuatkanlah aku di bulan ini untuk menegakkan perintah-Mu, berilah aku merasakan manisnya mengingat-Mu, anugerahkanlah kepadaku kesiapan untuk menunaikan syukur kepada-Mu dengan kemurahan-Mu, dan jagalah aku di bulan ini dengan penjagaan dan perlindungan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Melihat di antara semua yang melihat."

Permohonan pertama adalah kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan energi yang lebih untuk menegakkan perintah Allah. Lalu, apakah yang dimaksud dengan "perintah Allah" (amrillah)? Perintah Allah adalah seluruh ajaran agama Allah secara utuh.

Apa Makna "Iqamah" (Menegakkan)?

Kata iqamah memiliki dua makna:

1. Makna pertama adalah melaksanakan perintah-perintah agama Allah. Maknanya: "Ya Allah, berilah kami taufik untuk melaksanakan perintah-perintah agama-Mu."
2. Makna kedua dari iqamah adalah menegakkan dan mendirikan agama Allah di muka bumi. Artinya, selain kita secara pribadi melaksanakan perintah agama-Mu, kita juga berusaha agar agama ini tegak dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Makna yang lebih menonjol dan sering dipahami dari kata iqamah adalah makna yang kedua ini. Dan boleh jadi, tanggung jawab kita sebagai para penuntut ilmu (thalabah) dan ulama, dalam kapasitas sebagai pewaris para nabi, lebih tertumpu pada makna iqamah yang kedua ini.

Cara-Cara Menegakkan Agama Allah

Sebagai contoh, setidaknya ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh para pelajar dan ulama untuk menegakkan agama Allah:

1. Cara pertama adalah amar ma'ruf nahi munkar. Sudah sepatutnya para pelajar dan ulama menjadi simbol pelaku amar ma'ruf nahi munkar yang aktif di tengah masyarakat.

2. Cara kedua adalah memperbanyak dakwah dan aktif di dalamnya. Seorang pendakwah tidak boleh merasa cukup dengan sedikit usaha dakwah. Dakwah memiliki beragam bidang yang dapat menjadi sarana penyebaran ajaran agama dengan cara yang indah dan mudah diterima masyarakat. Bidang pertama adalah dakwah melalui mimbar, di mana seorang pendakwah yang memiliki kesempatan untuk berceramah hendaknya memanfaatkan panggung tersebut dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, dakwah melalui media massa seperti radio dan televisi menjadi sarana efektif bagi mereka yang memiliki kemampuan tampil di hadapan khalayak umum. Di samping itu, dakwah melalui tulisan juga memiliki peran penting, baik dalam bentuk artikel di surat kabar dan majalah nasional yang dikemas secara menarik, maupun melalui penulisan buku yang dapat menjadi rujukan abadi bagi masyarakat. Tidak ketinggalan, di era digital ini, dunia maya—termasuk media sosial dan internet—menjadi ladang dakwah yang luas, sehingga para pelajar yang memiliki keterampilan di bidang ini hendaknya turut serta menyebarkan nilai-nilai agama dengan cara yang kreatif dan bijak.

3. Cara ketiga bagi para pelajar dan ulama untuk menegakkan agama Allah adalah menegakkan sistem pemerintahan Islam, yaitu dengan berupaya menguatkan dan mendukung tegaknya sistem pemerintahan yang berdasarkan nilai-nilai Islam.

Boleh jadi, ini adalah bentuk iqamah yang paling nyata dan paling berat. Inilah yang dideklarasikan oleh Imam Husein bin Ali 'alaihissalam dalam perjalanannya menuju Karbala. Beliau bersabda: «اِنّما خَرَجتُ لطلب الاصلاحِ فی اُمه جدّی، اُرِیدُ اَن آمُرَ بالمعروفِ و اَنهی عَنِ المُنکَرِ وَ اَسِیَر لِسِیَره جَدیِّ وَ اَبِی عَلِیَ بن اَبی طالِب». Artinya: "Sesungguhnya aku keluar (berjuang) untuk mengadakan perbaikan di tengah umat kakekku. Aku ingin menyeru kepada kebajikan (makruf) dan mencegah dari kemungkaran, serta aku ingin menempuh jalan kakekku dan ayahku, Ali bin Abi Thalib."

Para Imam Maksum 'alaihimussalam adalah teladan utama dalam menegakkan agama Allah. Karena perjuangan inilah, sebelas orang Imam kita gugur sebagai syuhada di bawah naungan upaya menegakkan agama Allah. Sudah sepantasnya kita, para pelajar dan ulama, sebagai pewaris para Imam Maksum 'alaihimussalam, mempersembahkan segenap jiwa dan raga kita untuk melanjutkan perjuangan suci ini.

Para Ulama yang Berkorban di Jalan Allah

Kita memiliki banyak ulama yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi menegakkan agama Allah dan mewujudkan pemerintahan Islam. Di antara mereka adalah: Ayatullah Sayyid Hasan Mudarris, Nawab Shafawi, Ayatullah Syaikh Muhammad Ghaffari, Ayatullah Sa'idi, Haji Andarzgu, Imam Khomeini (ra), Pemimpin Besar Revolusi (Ayatullah Khamenei), Syahid Chamran, dan juga almarhumah Khanum Marzieh Dabbagh. Mereka terus berjuang di jalan ini hingga Revolusi Islam Iran berhasil mencapai kemenangannya. Saat ini, menjadi kewajiban bagi para pelajar dan ulama untuk senantiasa aktif dalam memperkuat sistem Islam dan menjaga dimensi keislaman sistem ini dari berbagai penyimpangan.

Macam-Macam Kekuatan (Quwwah)

Kekuatan atau "quwwah" terbagi menjadi dua jenis: kekuatan fisik (jasmani) dan kekuatan spiritual (jiwa). Imam Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam, mengenai kekuatan fisik, ia berdoa: «یا رب، یا رب، یا رب، قو علی خدمتک جوارحی». Artinya: "Ya Tuhanku, ya Tuhanku, ya Tuhanku, kuatkanlah anggota-anggota tubuhku dalam rangka berkhidmat kepada-Mu." Demikian pula, kekuatan spiritual (jiwa) juga sangat penting. Imam Ali dalam Doa Kumail yang sama di atas memohon: «وَ اشْدُدْ عَلَى الْعَزِيمَةِ جَوَانِحِي». Artinya: "Kokohkanlah tekad dan semangatku."

Pada bagian kedua doa hari keempat ini disebutkan:«وَ أَذِقْنِي فِيهِ حَلاوَةَ ذِكْرِكَ», "Dan berilah aku merasakan manisnya mengingat-Mu."

Mengapa Seringkali Kita Tidak Merasakan Kenikmatan Saat Shalat?

Allah Yang Maha Tinggi berfirman dalam sebuah hadis qudsi: «إِذَا رَأَيْتُمُ اَلْعَالِمَ مُحِبّاً لِدُنْيَاهُ فَاتَّهِمُوهُ عَلَى دِينِكُمْ فَإِنَّ كُلَّ مُحِبٍّ لِشَيْ‌ءٍ يَحُوطُ مَا أَحَبَّ وَ قَالَ ص أَوْحَى اَللَّهُ إِلَى‌ دَاوُدَ ع‌ لاَ تَجْعَلْ بَيْنِي وَ بَيْنَكَ‌ عَالِماً مَفْتُوناً بِالدُّنْيَا فَيَصُدَّكَ عَنْ طَرِيقِ مَحَبَّتِي فَإِنَّ أُولَئِكَ قُطَّاعُ طَرِيقِ عِبَادِيَ اَلْمُرِيدِينَ إِنَّ أَدْنَى مَا أَنَا صَانِعٌ بِهِمْ أَنْ أَنْزِعَ حَلاَوَةَ مُنَاجَاتِي عَنْ قُلُوبِهِمْ‌». Artinya: "Apabila kalian melihat seorang alim (ulama) mencintai dunianya, maka tuduhlah ia atas (urusan) agamamu. Sesungguhnya setiap orang yang mencintai sesuatu, ia akan melindungi apa yang dicintainya. Allah mewahyukan kepada Nabi Daud AS: Janganlah engkau jadikan antara Aku dan dirimu seorang alim yang terpesona oleh dunia, karena ia akan menghalangimu dari jalan cinta-Ku. Sesungguhnya mereka itu adalah penyamun (perampok) jalan hamba-hamba-Ku yang menginginkan (kebenaran). Sesungguhnya hukuman paling ringan yang Aku timpakan kepada mereka adalah Aku cabut manisnya bermunajat kepada-Ku dari hati mereka."

Jika kita merasa tidak lagi menikmati shalat, puasa, atau doa yang kita panjatkan, hendaknya kita kembali merenung dan mengoreksi diri. Lihatlah, ilmu mana yang telah kita ketahui tetapi belum kita amalkan. Lalu, bagaimana cara agar dapat merasakan kelezatan dalam shalat? Jawabannya sederhana: Bayangkan jika seseorang diizinkan untuk berbicara selama lima menit dengan Pemimpin Besar Revolusi, bagaimana perasaannya? Pasti sangat membahagiakan. Apalagi jika diizinkan untuk berbicara dengan Imam Zaman (Imam Mahdi) afs, betapa besar kenikmatannya? Maka, ketika kita diizinkan untuk berbicara dengan Allah SWT, sudah seharusnya kenikmatan itu jauh lebih besar dari segalanya.

Cara-Cara untuk Merasakan Manisnya Shalat

Beberapa cara untuk dapat merasakan kelezatan (halawah) dalam shalat antara lain:

1. Memperhatikan makna-makna dzikir yang diucapkan dan merenungkan rahasia-rahasia di balik shalat.
2. Menjauhkan diri dari faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya konsentrasi (lalai) saat shalat.
3. Melatih diri untuk fokus dan menghadirkan hati di hadapan Allah Swt.
4. Memohon pertolongan kepada Allah agar dianugerahi kenikmatan dalam beribadah.

Pada bagian ketiga doa disebutkan: «وَ أَوْزِعْنِي فِيهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ», "Dan anugerahkanlah kepadaku kesiapan untuk menunaikan syukur kepada-Mu dengan kemurahan-Mu."

Macam-Macam Syukur

Syukur terbagi menjadi dua jenis: syukur lisan (ucapan) dan syukur perbuatan (amaliah). Syukur lisan adalah mengucapkan rasa terima kasih dan pujian kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Adapun, syukur perbuatan adalah menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan jalan yang diridai-Nya. Artinya, nikmat tersebut dipergunakan untuk ketaatan, bukan untuk kemaksiatan.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha