Saturday 21 February 2026 - 18:01
Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon: Perlawanan Tetap Kuat, Pertempuran Penentuan Tak Lagi Jauh

Hawzah/ Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon menyatakan bahwa hari-hari ini bertepatan dengan peringatan syahadah para komandan, yakni Sayyid Abbas Mousawi, Sheikh Ragheb Harb, dan Hajj Imad Mughniyeh; tokoh-tokoh yang meninggalkan peran besar dalam perjalanan panjang jihad dan perlawanan.

Berita Hawzah – Dewan Pengurus Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon dalam pernyataan yang dirilis usai rapat rutinnya menyatakan bahwa hari-hari ini bertepatan dengan peringatan syahadah para komandan, yakni Sayyid Abbas Mousawi, Sheikh Ragheb Harb, dan Imad Mughniyeh; tokoh-tokoh yang meninggalkan peran besar dalam perjalanan panjang jihad dan perlawanan.

Para komandan tersebut disebut memiliki kehormatan sebagai pelopor dalam mendirikan perlawanan yang dimulai dari titik nol tanpa fasilitas berarti; pada masa ketika musuh Zionis menduduki Lebanon hingga mencapai ibu kota Beirut, garis pertahanan runtuh, dan perlawanan Palestina keluar dari Lebanon serta terjerat dalam proyek-proyek kompromi yang berujung pada kesepakatan yang dianggap memalukan seperti Oslo Accords. Namun, para komandan itu disebut memiliki visi berbeda; mereka bertumpu pada senjata iman dan tekad kemenangan hingga akhirnya memaksa musuh mundur pada 25 Mei 2000.

Pernyataan itu menambahkan bahwa setelah musuh Zionis berupaya membalas kekalahan dalam perang 2006, Imad Mughniyeh di bawah kepemimpinan Sayyid Hassan Nasrallah kembali memukul mundur mereka dan menciptakan kemenangan baru yang melahirkan keseimbangan ketakutan (deterrence) selama 18 tahun.

Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon juga menyatakan bahwa pasca Operasi “Badai Al-Aqsa”, menjadi jelas bahwa musuh Zionis tidak kebal dan dapat dikalahkan. Mereka menyinggung keberhasilan pejuang Palestina menembus permukiman musuh dan menawan sejumlah orang. Dalam perkembangan berikutnya, menurut pernyataan tersebut, negara-negara dunia yang dipimpin Amerika Serikat memberikan dukungan kepada rezim Zionis, sementara perlawanan Islam di Lebanon ikut mendukung front Gaza dan terlibat dalam pertempuran panjang.

Dalam konflik tersebut, rezim Zionis dengan dukungan langsung Amerika disebut melakukan pembunuhan terhadap sejumlah pemimpin perlawanan, termasuk Hassan Nasrallah dan Hashem Safieddine. Meski demikian, pernyataan itu menegaskan bahwa perlawanan tetap kuat dan mampu mempertahankan inisiatif, serta kini menjalankan strategi kesabaran sebagai pengantar menuju “pertempuran penentuan”.

Dalam peringatan para komandan syahid, perhimpunan tersebut menegaskan bahwa perlawanan Islam masih hadir dengan kekuatan penuh dan mempersiapkan diri menghadapi fase mendatang, terutama di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata dan Resolusi 1701 oleh pihak Israel.

Reaksi atas agresi terbaru

Perhimpunan ini juga mengecam serangan yang menargetkan seorang pemuda bernama Muhammad Hussein Qashaqish, yang gugur akibat serangan drone saat berada di jalur transportasi pelajar di wilayah Hanin.

Selain itu, mereka mengutuk serangan terhadap sebuah kendaraan di jalur al-Masnaa yang menyebabkan empat orang tewas, dan menyerukan sikap tegas pemerintah Lebanon guna mencegah berulangnya insiden serupa.

Perkembangan di Palestina dan Suriah

Dalam bagian lain, pernyataan tersebut mengecam tindakan pasukan Israel yang mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran sepuluh rumah di kota Tuqu’ di Provinsi Bethlehem, serta serangan udara di Gaza utara dan selatan yang menewaskan dan melukai sejumlah warga Palestina. Mereka juga mendesak negara-negara penjamin kesepakatan Gaza untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran.

Di akhir pernyataan, Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon mengecam infiltrasi pasukan Israel ke desa al-Mushayrifah di pedesaan Quneitra, Suriah, yang disertai penerbangan drone pengintai, dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Suriah. Mereka menyerukan otoritas setempat dan kekuatan rakyat untuk mencegah berulangnya serangan serta menjaga keamanan warga.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha