Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Hadi Shuja’I, dosen Institut Imam Khomeini (ra), dalam program kajian ulang perbandingan masa pahlavi dan Republik Islam Iran dengan pendekatan menjawab berbagai keraguan, yang diselenggarakan dengan judul “Satu Negara, Dua Jalur” di kota suci Qom, membahas efektivitas Republik Islam Iran serta perbedaannya dengan rezim Pahlavi.
Dosen hawzah ini menegaskan bahwa meskipun terdapat masalah internal, sistem Islam memiliki kemampuan dan kapasitas besar. Perbedaan reaksi dunia terhadap dua sistem tersebut, menurutnya, berasal dari perbedaan tujuan fundamental masing‑masing. Republik Islam Iran berada di jalur menghidupkan kembali identitas peradaban dan kemandirian politik, dan para musuh telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan proses ini.
Hujjatul Islam Shuja’i, dalam menjelaskan pentingnya efektivitas sistem, menyatakan bahwa banyak masalah sosial, ekonomi, dan manajerial di negara ini bersumber dari ranah eksekutif, pengawasan, dan legislative, bukan dari kapasitas sistem itu sendiri. Tujuan Republik Islam, berbeda dengan rezim Pahlavi, adalah mengembalikan posisi peradaban dan kemandirian bangsa, dan hal inilah yang memicu reaksi negatif kekuatan global.
Empat dekade pelayanan luas kepada masyarakat
Ia menyinggung indikator pembangunan dan infrastruktur negara, dan mengingatkan bahwa selama empat dekade terakhir Republik Islam Iran telah mampu memberikan layanan luas kepada masyarakat serta memperluas kapasitas ilmiah dan ekonomi.
Hujjatul Islam Shuja’i menambahkan bahwa bahkan para musuh Republik Islam Iran, melalui penelitian berkelanjutan, mengakui bahwa Iran telah berhasil memperkuat posisi historis dan dukungan rakyatnya. Program perang kognitif dan media yang dilancarkan musuh di dalam negeri hanya bertujuan menciptakan persepsi krisis dan ketidakmampuan, namun analisis nyata mereka menunjukkan bahwa Republik Islam berada di jalur pembangunan, kebangkitan kekuatan peradaban, dan penguatan posisi regional. Kemajuan dalam teknologi baru, energi nuklir, dan kecerdasan buatan menjadi bukti kemampuan nyata negara.
Pentingnya posisi geopolitik Iran
Ia menekankan bahwa Iran berada di kawasan yang menghubungkan jalur-jalur transit utama dunia, dan wilayah ini merupakan kunci kekuatan global. Penguasaan atas selat-selat penting dunia seperti Hormuz, Bab al‑Mandab, Terusan Suez, Gibraltar, Malaka, dan Terusan Panama merupakan bagian dari kapasitas pengaruh Iran di dunia dan memiliki arti strategis yang sangat besar.
Posisi Republik Islam Iran di kawasan dan dunia
Peneliti hawzah ini menyatakan bahwa hal tersebut membuat kekuatan global memberi perhatian khusus kepada Iran, dan upaya untuk membatasi pengaruh Iran telah berlangsung sejak beberapa dekade lalu hingga kini. Namun Iran, melalui perencanaan strategis, telah memperkuat jalur ekonomi dan keamanannya.
Hujjatul Islam Shuja’i kembali menegaskan bahwa masalah ekonomi dan eksekutif negara dapat diselesaikan, dan akar persoalan tersebut terletak pada kelemahan manajemen dan pengawasan, bukan pada kemampuan Republik Islam Iran.
Di akhir pernyataannya ia menegaskan bahwa dengan tekad rakyat dan pemanfaatan kapasitas internal, negara dapat mencapai tujuan peradaban dan strategisnya. Para musuh, seberapa pun mereka berusaha, tidak akan mampu menghadapi kekuatan nyata dan kemajuan Iran. Republik Islam Iran, dengan menjaga kemandirian serta mengembangkan kemampuan ilmiah, ekonomi, dan keamanan, telah berhasil meneguhkan posisinya di kawasan dan dunia, dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikannya.
Your Comment