Berita Hawzah – Kementerian Wakaf Mesir melalui laman elektronik resminya merilis pernyataan panjang mengenai mukjizat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAWW. Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa peristiwa agung ini terjadi sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Rasulullah SAWW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, Palestina, lalu diangkat ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang belum pernah dicapai oleh nabi maupun malaikat sebelumnya.
Kementerian menekankan bahwa malam Isra’ dan Mi’raj merupakan tahap krusial dalam risalah Islam, karena pada malam itu shalat lima waktu diwajibkan sebagai ibadah harian bagi umat.
Ia menambahkan bahwa mukjizat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAWW telah ditetapkan secara pasti melalui Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAWW, serta ijma’ para ulama.
Dalam pernyataannya, kementerian merujuk pada ayat Surah Al-Isra:
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Selain itu, kementerian juga mengutip ayat-ayat Surah An-Najm yang menjelaskan rincian Mi’raj:
“Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) pada kali yang lain, di Sidratul Muntaha, di dekatnya ada surga tempat tinggal…”.
Kementerian Wakaf Mesir menjelaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan peristiwa Mi’raj terjadi dengan jasad dan ruh Nabi Muhammad SAWW, bukan sekadar dalam mimpi.
Kementerian Wakaf Mesir juga menyatakan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj mengandung berbagai hikmah penting. Di antaranya: menunjukkan kedudukan mulia Nabi Muhammad SAWW di sisi Allah SWT; mengurangi kesedihan beliau setelah “tahun kesedihan” ketika kehilangan paman Abu Thalib (as) dan istri Khadijah (ra); memurnikan iman orang-orang beriman sejati dari mereka yang lemah; memperlihatkan pahala dan hukuman umat-umat terdahulu; menegaskan keunggulan risalah Islam atas risalah lainnya; serta membimbing umat tentang pentingnya shalat dan ibadah yang benar serta ikhlas.
Your Comment