Berita Hawzah – Hujjatul Islam Hamid Kashani, seorang pakar keagamaan, pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, dalam perayaan kelahiran Amirul Mukminin, Imam Ali (as) yang dihadiri oleh banyak peziarah di Riwaq Imam Khomeini, Haram Suci Imam Ridha (as), membahas posisi kepemimpinan, keagungan Hari Ghadir, dan peran Ahlul Bait (as) dalam membimbing umat Islam.
Kashani mengutip sebuah riwayat sejarah dari Syaikh Tusi, bahwa pada tahun 39 Hijriah, Hari Ghadir bertepatan dengan hari Jumat, dan Imam Ali (as) dalam khutbah salat Jumat setelah selesai mengundang para Syiah ke jamuan makan yang diselenggarakan oleh putranya, Imam Hasan al-Mujtaba (as). Dengan demikian, menurut riwayat Syaikh Tusi, jamuan resmi pertama Hari Ghadir digelar oleh Imam Hasan (as). Riwayat ini menunjukkan keberlanjutan ajaran Ahlul Bait (as) yang hidup dan abadi dalam sejarah.
Beliau menambahkan bahwa setelah syahidnya Imam Ali (as), karena tekanan politik, Syiah tidak dapat mengadakan majelis secara bebas. Namun, dengan hijrah Imam Ridha (as) ke Khurasan, tradisi ini kembali dihidupkan, dan rumah beliau menjadi pusat untuk jamuan makan, penghormatan, dan pelayanan bagi Syiah.
Mengacu pada riwayat Sayyid Ibn Tawus dalam kitab Iqbal, Kashani menegaskan bahwa Imam Ridha (as) memberi makan, memberi pakaian, dan memenuhi kebutuhan setiap orang yang memasuki rumahnya, karena apa yang dimilikinya diberikan demi kepemimpinan Amirul Mukminin, Imam Ali (as). Pola ini merupakan manifestasi nyata dari hakikat kepemimpinan (wilayah).
Beliau juga mengutip riwayat dari Imam Shadiq (as) mengenai keutamaan kepemimpinan, bahwa wilayah Imam Ali (as) lebih utama daripada garis keturunan lahiriah manapun, dan setiap manusia memiliki wali yang sejajar dengan peran ayahnya. Dengan demikian, Imam Ali (as) adalah ayah sejati umat Islam dan pelindung seluruh kaum mukmin.
Hujjatul Islam Kashani juga mengenang martir-martir mulia, terutama Syahid Haj Qassem Soleimani dan Syahid Sayyid Hassan Nasrallah, yang dengan bangga menganggap diri mereka sebagai prajurit wilayah, dan melalui pengorbanan jiwa di jalan Ahlul Bait (as), menghadirkan kehormatan besar bagi umat Islam.
Perayaan kelahiran Imam Ali (as) di Haram Suci Imam Ridha digelar di Aula Cermin dan Riwaq Imam Khomeini (ra), dihadiri para peziarah, dengan kegiatan pembacaan syair, madah-madah, dan doa-doa.
Your Comment