Berita Hawzah – Ayatullah Sayyid Abbas Mousawi, seorang ulama dan da'i terkemuka Pakistan, dalam khotbah Jumat di Masjid Jami' Beltsistan Pakistan, mengecam keras serangan teroris baru-baru ini di negara tersebut dan menekankan pentingnya memastikan keamanan acara-acara keagamaan, kesadaran kaum muda, dan memperkuat persatuan di antara mazhab-mazhab Islam.
Ia menyebutkan bahwa serangan terhadap Masjid Khadijah al-Kubra di Islamabad merupakan tindakan yang sangat kejam dan tidak dapat dibenarkan, serta menyatakan bahwa pelaku serangan adalah kelompok-kelompok takfiri yang memanfaatkan slogan-slogan agama untuk menyerang orang-orang yang tidak bersalah.
Ayatullah Mousawi juga menekankan bahwa kaum muda harus berhati-hati dalam menghadapi peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan tidak terjebak dalam perpecahan mazhab, serta pentingnya kesadaran dan persatuan di antara umat Islam dalam menghadapi ancaman-ancaman.
Ia juga mengecam keras serangan-serangan tersebut dan menyatakan bahwa pelaku serangan bukanlah wakil dari rakyat Pakistan dan tidak layak disebut sebagai muslim.
Ayatullah Mousawi meminta pemerintah Pakistan dan lembaga-lembaga terkait untuk mengambil tindakan serius dan segera untuk melawan kelompok-kelompok teroris dan memastikan keamanan acara-acara keagamaan, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Dalam kesempatan tersebut, Ayatullah Mousawi juga membahas perkembangan di Timur Tengah dan menyatakan bahwa ancaman-ancaman dari luar, terutama dari Amerika Serikat dan sekutunya, merupakan salah satu tantangan utama bagi keamanan wilayah tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas di antara umat Islam dan mendukung orang-orang yang lemah di seluruh dunia, serta mengapresiasi dukungan dari Ayatullah Ali Khamenei terhadap orang-orang yang lemah.
Dalam akhir khotbahnya, Ayatullah Mousawi menekankan pentingnya memperkuat persatuan di antara semua mazhab Islam dan meminta ulama untuk bekerja sama dalam melawan terorisme dan elemen-elemen anti-keamanan.
Your Comment