Thursday 12 February 2026 - 13:15
Kajian Mahdawiyah (27) | Raj'a (Kembalinya) Para Nabi, Imam, dan Orang Beriman 

Hawzah/ Para Nabi, Imam Maksum (as), dan orang beriman – berdasarkan hadis dan riwayat – akan kembali ke dunia pada masa Raj'a.

Berita Hawzah – Serial kajian Mahdawiyah yang berjudul "Menuju Peradaban yang Ideal", yang kami sajikan ulasan ini untuk para cendekiawan terhormat, dengan tujuan menyebarkan ajaran dan pengetahuan seputar Imam Zaman Afs.

Berdasarkan riwayat-riwayat, para Nabi, Imam Maksum (as), dan orang beriman termasuk di antara golongan yang akan kembali ke dunia ini pada masa Raj'a.

Riwayat-riwayat ini dapat dikelompokkan ke dalam empat bagian:

a) Riwayat-riwayat yang secara umum berbicara tentang kembalinya para nabi dan imam (as):

Imam Ja'far As-Shadiq 'alaihissalam) dalam menafsirkan ayat, «إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِینَ آمَنُوا فِی الْحَیاةِ الدُّنْیا وَیوْمَ یقُومُ الْأَشْهَادُ»,"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)," (QS. Ghafir: 51), bersabda:

«ذلک والله فی الرجعة، أما علمت أن أنبیاء کثیرة لم ینصروا فی الدنیا وقتلوا والائمة بعدهم قتلوا ولم ینصروا، ذلک فی الرجعة»

"Demi Allah, itu semua akan terjadi pada masa raj'a (dikembalikan kembali ke dunia). Tidakkah engkau tahu bahwa banyak nabi yang tidak mendapat kemenangan di dunia ini, bahkan mereka terbunuh? Demikian pula para Imam setelah mereka, gugur sebagai syuhada tanpa sempat melihat kemenangan duniawi. Itu semua akan terwujud kelak di masa raj'a (dikembalikan kembali ke dunia)." (Mu'jam Ahadits al-Imam al-Mahdi as, jilid 5, halaman 384)

b) Riwayat-riwayat yang menyebutkan jumlah (angka) dalam konteks kembalinya para nabi:

Imam Ja'far As-Shadiq 'alaihissalam bersabda:

«ویقبل الحسین فی أصحابه الذین قتلوا معه ومعه، سبعون نبیا، کما بعثوا مع موسی بن عمران»

"Al-Husain (as) akan kembali bersama para sahabatnya yang gugur syahid bersamanya, dan bersamanya pula tujuh puluh orang nabi, sebagaimana mereka diutus bersama Musa bin Imran (as)." (Mu'jam Ahadits al-Imam al-Mahdi as, jilid 4, halaman 89)

c) Riwayat-riwayat yang secara khusus membahas kembalinya sebagian nabi dan imam (as) dengan menyebut nama mereka:

Imam Muhammad Al-Baqir 'alaihissalam bersabda:

«وَ إِنَّ دَانِیَالَ وَ یُوشَعَ یَخْرُجَانِ إِلَی أَمِیرِ اَلْمُؤْمِنِینَ یَقُولاَنِ صَدَقَ اَللَّهُ وَ رَسُولُهُ»

"Sesungguhnya Danial dan Yusya' (as) keduanya akan keluar menemui Amirul Mukminin (as) seraya berkata: 'Allah dan Rasul-Nya telah berkat benar.'" (Bihar al-Anwar, jilid 53, halaman 62)

Imam Ali Zainal Abidin 'alaihissalam juga bersabda:

«یرجع إلیکم نبیکم صلی الله علیه وآله وأمیرالمؤمنین علیه‌السلام والائمة علیهم‌السلام»

"Nabimu (Muhammad) Saw, Amirul Mukminin (as), dan para imam (as) akan kembali kepadamu." (Mu'jam Ahadits al-Imam al-Mahdi as, jilid 5, halaman 327)

Dan juga Imam Ja'far As-Shadiq 'alaihissalam bersabda:

«أَوَّلُ مَنْ یَرْجِعُ إِلَی اَلدُّنْیَا اَلْحُسَیْنُ بْنُ عَلِیٍّ عَلَیْهِ السَّلاَمُ»

"Orang pertama yang kembali ke dunia adalah Husain bin Ali (as)." (Bihar al-Anwar, jilid 53, halaman 46)

d) Riwayat-riwayat yang memberitakan tentang kembalinya orang-orang saleh dari umat-umat terdahulu dan umat Islam:

Imam Ja'far As-Shadiq 'alaihissalam Shadiq bersabda:

یَخْرُجُ اَلْقَائِمُ مِنْ ظَهْرِ اَلْکَعْبَةِ مَعَ سَبْعَةٍ وَ عِشْرِینَ رَجُلاً خَمْسَةَ عَشَرَ مِنْ قَوْمِ مُوسَی عَلَیْهِ السَّلاَمُ اَلَّذِینَ کَانُوا یَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَ بِهِ یَعْدِلُونَ وَ سَبْعَةٌ مِنْ أَهْلِ اَلْکَهْفِ وَ یُوشَعُ بْنُ نُونٍ وَ سَلْمَانُ وَ أَبُو دُجَانَةَ اَلْأَنْصَارِیُّ وَ اَلْمِقْدَادُ وَ مَالِکٌ اَلْأَشْتَرُ فَیَکُونُونَ بَیْنَ یَدَیْهِ أَنْصَاراً أَوْ حُکَّاماً

"Al-Qa'im (as) akan muncul dari belakang Ka'bah bersama dua puluh tujuh orang. Lima belas di antaranya adalah dari kaum Nabi Musa (as), yaitu mereka yang (selalu) memberi petunjuk dengan kebenaran dan menegakkan keadilan dengannya. Tujuh orang dari Ashhabul Kahfi (Penghuni Gua), (serta) Yusya' bin Nun, Salman, Abu Dujanah Al-Anshari, Miqdad, dan Malik Al-Asytar. Mereka akan berada di hadapannya sebagai penolong atau sebagai hakim (penguasa)." (Rawdhah al-Wa'izhin, jilid 2, halaman 266)

Pembahasan ini masih berlanjut…

Sumber: Diambil dari buku "Negīn-e Āfarīnish" (Permata Ciptaan), dengan sedikit perubahan.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha