Berita Hawzah – Ayatullah Sayyid Hasyim Husaini Boushahri dalam khotbah Shalat Jumat pada 17 Bahman 1404 (tanggal 6 Februari 2026) yang diadakan di Masjid Al-Quds Qom, menyebutkan bahwa peringatan ke-48 tahun kemenangan Revolusi Islam dimulai dengan kedatangan Imam Khomeini pada 12 Bahman. Meskipun rezim Thaghut masih berkuasa di negara itu, rakyat menyambut Imam Khomeini dengan sangat meriah. Pada 22 Bahman, Imam Khomeini memimpin Revolusi Islam yang membuat dunia Timur dan Barat tercengang.
Imam Jumat Qom itu menambahkan bahwa Revolusi Islam memiliki karakteristik yang membuat musuh-musuh Islam kewalahan. Meskipun musuh-musuh melakukan berbagai upaya untuk menghancurkan revolusi, namun karakteristik tersebut tetap berlanjut. Musuh-musuh telah membuat negara kita tergantung dan rakyatnya terhina, dengan ribuan penasihat Amerika yang memberi perintah tanpa sepengetahuan Syah.
Ketua Dewan Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom itu menekankan bahwa Revolusi Islam telah menghilangkan penghinaan terhadap rakyat Iran dan menggantinya dengan kemuliaan dan tawakal kepada Allah. Revolusi Islam telah melibatkan rakyat dalam isu-isu politik, memberikan mereka kekuatan untuk menganalisis dan memahami politik. Saat ini, rakyat Iran adalah salah satu rakyat yang paling sadar akan isu-isu politik, analisis politik, dan pengenalan musuh.
Imam Jumat Qom itu menyatakan bahwa musuh-musuh telah memahami hal ini, sehingga mereka terkadang menjebak anak-anak bangsa dalam perangkap mereka. Mereka tidak menginginkan Iran yang kuat.
Your Comment