Berita Hawzah – Syaikh Na'im Qasim, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidato pada acara solidaritas rakyat Lebanon dengan Republik Islam Iran, menekankan bahwa Amerika dan rezim Zionis memiliki proyek yang sama untuk menargetkan Lebanon, Gaza, Suriah, Iran, dan seluruh wilayah dalam satu proyek kolonial yang sama.
Proyek ini bertujuan untuk menghilangkan setiap rencana perlawanan, kemerdekaan, dan keteguhan di setiap titik di wilayah ini.
Syaikh Na'im Qasim juga menyebutkan bahwa beberapa pihak dan mediator telah bertanya apakah Hizbullah akan campur tangan jika terjadi perang antara Amerika dan Israel melawan Iran. Beberapa pihak dan mediator itu juga menyatakan bahwa Amerika dan rezim Zionis sedang mempertimbangkan beberapa skenario, termasuk serangan terhadap Hizbullah terlebih dahulu, kemudian Iran, atau serangan terhadap Iran terlebih dahulu, kemudian Hizbullah.
Dalam semua skenario ini, Hizbullah berada dalam lingkaran perang, dan musuh berusaha untuk memisahkan front-front ini.
Syaikh Naim Qasim menegaskan bahwa Hizbullah tidak netral dalam konflik ini. Beliau menyatakan bahwa rincian tindakan akan ditentukan berdasarkan situasi di lapangan dan berdasarkan kepentingan yang lebih besar.
Beliau juga menekankan bahwa ketidakseimbangan kekuatan tidak berarti menghilangkan hak untuk membela diri. Karena membela diri, baik dalam kondisi ketidakseimbangan kekuatan maupun dalam menghadapi serangan, adalah prinsip dasar untuk mencegah pencapaian tujuan musuh.
Ancaman terhadap kepemimpinan adalah ancaman terhadap stabilitas wilayah
Syaikh Na'im Qasim menekankan bahwa Hizbullah memiliki keyakinan yang kuat terhadap kepemimpinan Ayatullah Agung Khamenei, dan setiap ancaman terhadap beliau, baik dari Trump maupun orang lain, adalah ancaman terhadap jutaan bahkan puluhan juta orang dan tidak bisa diacuhkan.
Beliau menyatakan bahwa kewajiban keagamaan dan keyakinan semua orang adalah untuk melawan ancaman ini, dan Hizbullah berkomitmen untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan.
Syaikh Na'im Qasim juga menegaskan bahwa setiap upaya pembunuhan, jika terjadi, akan menjadi ancaman terhadap stabilitas wilayah bahkan dunia, dan dalam menghadapi ancaman seperti itu, Hizbullah memiliki kebebasan untuk mengambil tindakan yang tepat.
Menyerah berarti Kebinasaan Total; Membela berarti Membuka Harapan
Syaikh Na'im Qasim menekankan bahwa logika perlawanan adalah berdasarkan pada prinsip membela diri dan tidak menyerah pada kekuatan yang zalim. Beliau menyatakan bahwa cerita tentang kekuatan global, Amerika, rezim Zionis, dan sekutu-sekutunya, adalah berdasarkan pada penyerahan diri pada kekuatan yang zalim, dan apa yang disebut "perdamaian dengan kekuatan" sebenarnya adalah kolonialisme dan tirani dengan kekuatan.
Beliau menambahkan bahwa menyerah berarti kehilangan segala sesuatu tanpa batas, tetapi membela diri membuka peluang dan kesempatan yang banyak.
Syaikh Qasim juga menyatakan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang dapat ditakuti, karena kematian ada di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia. Namun, kehormatan dan kesucian adalah di tangan kita sendiri, dan kita tidak akan menyerah pada kekuatan yang zalim.
Beliau juga memberikan peringatan tentang konsekuensi perang terhadap Iran, dan menyatakan bahwa perang tersebut dapat membakar seluruh wilayah. Beliau menambahkan bahwa Iran telah mendukung perlawanan selama 43 tahun, dan Amerika, rezim Zionis, dan sekutu-sekutunya telah berusaha melemahkan Lebanon dan menciptakan perbedaan.
Syaikh Qasim menekankan bahwa Iran memiliki hak untuk memiliki teknologi nuklir yang damai, pertahanan misil, dan alat-alat pertahanan lainnya, serta mendukung orang-orang yang tertindas dan memiliki republik yang independen. Namun, Amerika menentang hak-hak tersebut dan bahkan berusaha untuk menghancurkan contoh keberhasilan ini.
Dalam penutupannya, Syaikh Naim Qasim menyampaikan salam dan penghormatan kepada Republik Islam Iran, dan berbicara kepada rakyat Iran:
"Kalian adalah permata yang paling berharga. Kami bersama kalian, dan kalian bersama kami."
Ucapan ini menunjukkan solidaritas dan hubungan yang erat antara Hizbullah dan rakyat Iran, serta komitmen untuk berdiri bersama dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.
Your Comment