Dilansir dari Kantor Berita Hawzah, serial kajian Mahdawiyah yang berjudul "Menuju Peradaban yang Ideal", yang kami sajikan ulasan ini untuk para cendekiawan terhormat, dengan tujuan menyebarkan ajaran dan pengetahuan seputar Imam Zaman Afs.
Dalam beberapa ayat Al-Qur'an, disebutkan tentang kembalinya sebagian orang yang telah meninggal ke dunia.
• Kisah Nabi Uzair 'alaihissalam
Nabi Uzair 'alaihissalam setalah 100 tahun meninggal dunia. Beliau — dengan kehendak Allah Swt— dihidupkan kembali ke dunia, dan memiliki umur yang lebih panjang.
«أَوْ کَالَّذِی مَرَّ عَلَیٰ قَرْیَةٍ وَهِیَ خَاوِیَةٌ عَلَیٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّیٰ یُحْیِی هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ کَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ یَوْمًا أَوْ بَعْضَ یَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَیٰ طَعَامِکَ وَشَرَابِکَ لَمْ یَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَیٰ حِمَارِکَ وَلِنَجْعَلَکَ آیَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَی الْعِظَامِ کَیْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَکْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَیَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَیٰ کُلِّ شَیْءٍ قَدِیرٌ»
"Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ""Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?"" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: ""Berapa lama kamu tinggal di sini?"" Ia menjawab: ""Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari"". Allah berfirman: ""Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging"". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ""Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"". (Surah Al-Baqarah, ayat: 259)
• Orang-orang Pilihan dari Bani Israil
Tujuh puluh orang terpilih dari kaum Nabi Musa 'alaihissalam pergi bersama Beliau ke Bukit Thur (Sina) untuk menyaksikan dialog Nabi Musa dengan Allah serta mengambil wahyu. Ketika mereka menyaksikan dialog antara Nabi Musa 'alaihissalam dan Allah Swt, mereka berkata, "Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu hingga kami melihat Allah secara langsung (berhadapan muka)." Nabi Musa 'alaihissalam berusaha mencegah mereka dari permintaan yang keliru dan mustahil itu, namun mereka tetap bersikeras. Akhirnya, mereka pun tersambar petir Ilahi dan seluruhnya meninggal. Nabi Musa 'alaihissalam bersedih atas peristiwa ini dan khawatir akan dampaknya di tengah kaum Bani Israil. Oleh karena itu, Beliau memohon kepada Allah agar menghidupkan mereka kembali. Permohonannya dikabulkan, dan Allah menghidupkan mereka kembali ke dunia.
«ثُمَّ بَعَثْنَاکُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِکُمْ لَعَلَّکُمْ تَشْکُرُونَ»
"Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur."(Surah Al-Baqarah, ayat: 56)
• Dibangkitkan Kembali ke Dunia (Raj'a) di Masa Depan
«وَیَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ کُلِّ أُمَّةٍ فَوْجًا مِمَّنْ یُکَذِّبُ بِآیَاتِنَا فَهُمْ یُوزَعُونَ»
"Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok)."( Surah An-Naml, ayat: 83)
Ayat ini menggambarkan suatu hari ketika sekelompok manusia akan dibangkitkan. Dengan demikian, hari ini berbeda dengan Hari Kiamat, sebab pada Hari Kiamat seluruh umat manusia—dari yang pertama hingga yang terakhir—akan dikumpulkan, sebagaimana difirmankan Allah Swt:
«وَیَوْمَ نُسَیِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَی الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا»
"Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka." (Surah Al-Kahfi, ayat: 47)
Almarhum Thabarsi dalam tafsir Majma' al-Bayan, pada penjelasan Surah An-Naml ayat 83, menulis bahwa berdasarkan banyak riwayat dari Ahlulbait 'alaihimussalam, ayat ini berkaitan dengan sekumpulan pengikut Imam Mahdi 'alaihissalam dan juga sejumlah musuh Beliau yang akan kembali ke dunia pada masa kemunculan-Nya. Ada ayat lain dalam Al-qur'an yang juga menunjuk dibangkitkannya manusia kembali ke dunia di masa depan:
«وَحَرَامٌ عَلَیٰ قَرْیَةٍ أَهْلَکْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا یَرْجِعُونَ»
"Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)."(Surah Al-Anbiya', ayat:95)
Ayat ini juga adalah dalil penting untuk konsep raj'ah. Pada Hari Kiamat, semua orang pasti dibangkitkan, termasuk kaum yang dihancurkan azab. Larangan "tidak akan kembali" dalam ayat ini mengisyaratkan ada "kembali" lain sebelum Kiamat, yang tidak dialami kaum tersebut. Ini mengonfirmasi secara implisit bahwa ada kelompok lain yang justru akan kembali ke dunia sebelum Kiamat.
Imam Muhammad Al-Baqir dan Imam Ja'far As-Shadiq 'alaihissalam dalam menafsirkan ayat ini (QS. Al-Anbiya: 95),bersabda:
«فهذه الآیة من أعظم الدلالة فی الرجعة، لان أحدا من أهل الاسلام لا ینکر أن الناس کلهم یرجعون إلی القیامة، من هلک ومن لم یهلک، فقوله: «لا یرجعون» عنی فی الرجعة، فأما إلی القیامة یرجعون حتی یدخلوا النا»
"Sungguh, ayat ini adalah dalil terkuat (dari dalil-dalil) tentang raj'ah. Karena tidak seorang pun dari umat Islam yang mengingkari bahwa seluruh manusia akan dibangkitkan kembali pada Hari Kiamat, baik orang yang telah binasa maupun yang tidak. Maka, firman Allah 'laa yarji'uun' (mereka tidak akan kembali) maksudnya adalah dalam (masalah) raj'ah. Adapun pada Hari Kiamat, mereka pasti akan dibangkitkan kembali hingga masuk ke dalam neraka." (Bihar al-Anwar, jilid 53, halaman 52)
Your Comment