Dilansir dari laporan Berita Hawzah, bertepatan dengan masuknya bulan Rajab, kami menyajikan kutipan-kutipan dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam—Ayatullah Sayyid Ali Khamenei— yang menekankan untuk memanfaatkan kesempatan di bulan ini dengan sebaik-baiknya.
Apa amal yang paling utama di bulan Rajab?
Amalan paling utama yang harus dilakukan semua manusia di bulan ini adalah istighfar. Sesungguhnya kita semua membutuhkan istighfar (Ampunan Allah) dan berlindung kepada Allah Ta‘ala. Ampunan Ilahi adalah nikmat terbesar yang Allah Swt anugerahkan kepada manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan para wali Allah, bahkan Rasul Allah sendiri, tidak merasa cukup tanpa ampunan Ilahi {لِیَغفِرَ لَکَ اللَهُ ما تَقَدَّمَ مِن ذَنبِکَ وَ ما تَأَخَّر}, “Agar Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang”(QS. Al-Fath: 2). Ampunan ini diperlukan karena tidak seorang pun mampu menunaikan hak ketaatan dan ibadah kepada Tuhan secara sempurna. Istighfar dilakukan karena alasan inilah. {ما عَبَدناکَ حَقَّ عِبادَتِک}, “Kami tidak menyembah-Mu dengan sebenar-benar ibadah kepada-Mu.” Tidak ada seorang pun yang mampu menunaikan hak penghambaan kepada Allah sebagaimana yang layak bagi-Nya, sekeras apa pun ia berusaha. Oleh karena itu, istighfar sangat diperlukan. (16 Januari 2024 / 26/10/1402)
Bulan Rajab adalah bulan doa dan tawassul
Bulan Rajab adalah kesempatan yang baik; ia adalah bulan doa, bulan tawassul, bulan perhatian batin, dan bulan istighfar. Istighfar harus dilakukan terus-menerus. Jangan ada seorang pun yang mengira bahwa dirinya tidak membutuhkan istighfar. Rasulullah Saw bersabda: «انّه لیغان علی قلبی و انّی لأستغفر اللَّه فی کلّ یوم سبعین مرّة», “Sesungguhnya hatiku terkadang tertutupi, dan sungguh aku beristighfar kepada Allah setiap hari tujuh puluh kali.” Tanpa ragu, Rasulullah pun beristighfar sedikitnya tujuh puluh kali sehari. Istighfar diperuntukkan bagi semua orang, terlebih bagi kita yang tenggelam dalam kesibukan dan kotoran dunia material. Istighfar membersihkan sebagian dari kotoran tersebut dan menghilangkannya. Bulan ini adalah bulan istighfar; semoga kita memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. (24 Juni 2009 / 03/04/1388)
Bulan ini adalah pendahulu bulan Sya‘ban dan kemudian bulan Ramadan
Sangat baik jika kita memanfaatkan hari-hari penuh berkah di bulan Rajab ini untuk menumbuhkan perhatian terhadap konsistensi dalam berusaha dan berjuang, di setiap tahap kehidupan dan dalam setiap aktivitas yang kita jalani. Dari doa-doa bulan Rajab dapat dipahami bahwa bulan ini merupakan pendahulu bagi bulan Sya‘ban dan kemudian bulan Ramadan. Ketiga bulan ini adalah kesempatan untuk penyucian diri sepanjang tahun, serta bekal dan kekuatan untuk menjalani perjalanan besar kehidupan dan takdir manusia. Dalam doa bulan ini kita membaca:
«اللهم اهدنی هدی المهتدین، و ارزقنی اجتهاد المجتهدین»
“Ya Allah, tunjukilah aku dengan petunjuk orang-orang yang mendapat petunjuk, dan anugerahkan kepadaku kesungguhan orang-orang yang bersungguh-sungguh.”
Melalui doa-doa ini, seorang hamba memohon kepada Allah agar cahaya hidayah disinarkan kepadanya, agar ia dianugerahi usaha, kesungguhan, dan kemampuan berjuang, serta dijauhkan dari kelalaian:
«و لا تجعل لی من الغافلین المبعدین»
“Dan janganlah Engkau menjadikanku termasuk orang-orang yang lalai dan dijauhkan.”
Dalam doa lain di bulan ini kita membaca:
«اللهم انی اسئلک صبر الشاکرین لک و عمل الخائفین منک و یقین العابدین »
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu, amal orang-orang yang takut kepada-Mu, dan keyakinan orang-orang yang beribadah kepada-Mu.”
Inilah sayap-sayap yang dengannya manusia dapat terbang menuju kesempurnaan: kesabaran orang yang bersyukur, usaha orang yang takut kepada Allah, dan keyakinan para ahli ibadah. Sifat-sifat ini tidak hanya kita mohon dari Allah di bulan ini, tetapi juga kita pelajari dari doa-doanya, bahwa di bulan Rajab inilah kita harus menumbuhkannya dalam diri kita. (13 Januari 1993 / 23/10/1371)
Your Comment