Dilansir dari lapotran Berita Hawzah, Syaikh Murteza Hairi dalam salah satu kenangannya tentang keengganan Ayatullah Bahjat terhadap popularitas menuturkan hal berikut:
Ketika Ayatullah Bahjat hadir di kelas, Beliau memberi sanggahan-sanggahan penting, sehingga menarik perhatian Ayatullah Borujerdi. Sanggahan-sanggahan yang diajukan oleh Ayatullah Bahjat terkadang memakan waktu kelas selama beberapa hari berturut-turut.
Beliau (Syaikh Hairi) berkata: "Setelah beberapa waktu, kami menyadari bahwa Ayatullah Bahjat tidak hadir di kelas selama beberapa hari. Bahkan saya bertanya kepada Ayatullah Borujerdi, namun Beliau pun tidak mengetahui alasannya."
Ayatullah Hairi berkata: "Setelah beberapa hari, Ayatullah Bahjat datang; namun Beliau tidak berbicara dan diam. Saya bertanya kepada Beliau: 'Tuan, apa yang terjadi? Mengapa Anda tidak memberikan sanggahan lagi terhadap pelajaran-pelajaran di kelas?'"
"Awalnya kami mengira ada seseorang yang bersikap tidak sopan terhadap Beliau; namun setelah kami selidiki, kami menyadari bahwa Beliau ingin menghindari popularitas, karena pada masa itu nama Beliau mulai menjadi perbincangan banyak orang." Ayatullah Hairi berkata: "Beliau telah lulus ujian dirinya sendiri sejak awal dan menjauhi kedudukan dunia dan popularitas."
Sumber: Zalal-e Hikmat; Zendegi va Soluk-e Ayatullah Bahjat, hlm. 27.
Your Comment