Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Hamid Syahriari, Sekretaris Jenderal Majelis Global Persatuan Mazhab Islam, bersama sejumlah ulama Ahlussunnah Iran, telah bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia, Tan Sri Datuk Dr. Johari bin Abd.
Dalam pertemuan tersebut, Tan Sri Dato' Dr. Johari bin Abd menyambut baik kedatangan delegasi Iran dan menganggap kehadiran bersama ulama Syiah dan Ahlussunnah di Malaysia sangat penting. Ia menyatakan bahwa kehadiran ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan berdampingan secara damai antara Syiah dan Ahlussunnah di Republik Islam Iran kepada rakyat Malaysia dan dunia.
Ia kemudian memberikan laporan tentang struktur pemerintahan dan sistem politik Malaysia.
Selanjutnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Dr. Hamid Syahriari memperkenalkan Majelis Global Persatuan Mazhab Islam dan menjelaskan sejarah pendirian dan tujuan majelis ini. Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif lembaga dan organisasi Malaysia dalam pertemuan untuk mempromosikan persatuan umat Islam dan Palestina.
Selain itu, sejumlah ulama Ahlussunnah Iran juga menyebutkan bahwa Ahlussunnah di Republik Islam Iran memiliki situasi yang sangat baik. Mereka menyatakan bahwa Ahlussunnah memiliki sekitar 18 ribu masjid dan 600 sekolah agama, yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam aktivitas keagamaan Ahlussunnah setelah kemenangan Revolusi Islam.
Mereka juga menyebutkan bahwa para imam Jumat dan khotib Ahlussunnah di Iran memiliki kebebasan penuh untuk menyampaikan pandangan dan pendapat mereka tanpa ada batasan.
Dalam pertemuan tersebut, juga disoroti perhatian khusus yang diberikan oleh Pemimpin Agung Revolusi terhadap urusan Ahlussunnah, dan pejabat Malaysia diminta untuk tidak terpengaruh oleh propaganda negatif dan framing media yang dilakukan oleh musuh Republik Islam Iran.
Pada akhir pertemuan, sebuah piagam persatuan diserahkan sebagai kenang-kenangan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia.
Your Comment