Thursday 22 January 2026 - 18:29
Hikmah Nahjul Balaghah | Dosa yang "Lebih Mahal" dari Pahala? Rahasia Amal yang Tertolak di Sisi Allah

Hawzah/ Kesempurnaan dan peningkatan (diri), artinya mendekati dan mencapai Allah; Peningkatan (diri), artinya bergerak di jalan Allah dan mencapai Allah; jika tidak, bahkan jika kita mencapai tingkat duniawi tertinggi, kemajuan dan kesempurnaan belum tercapai. 

Berita Hawzah– Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam berkata dalam Nahjul Balaghah:

«الْإِعْجَابُ یَمْنَعُ الِازْدِیَادَ [مِنَ الِازْدِیَادِ]»

"Takjub kepada diri mencegah peningkatan (diri)." (Hikmah ke- 167)

Penjelasan:

Manusia, secara alami, mencari kemajuan dan keunggulan; di sisi lain, kebenaran tentang kesempurnaan, keunggulan, dan kemajuan juga harus dijelaskan kepada manusia agar ia tidak mengambil jalan yang salah. Karena alasan ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Quran:

«إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَیْهِ رَاجِعُونَ»

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." (Surah Al-Baqarah ayat 156)

Menurut pernyataan yang mencerahkan ini, kesempurnaan dan kemajuan berarti mendekati dan mencapai Tuhan; kemajuan berarti bergerak di jalan Tuhan dan mencapai Tuhan; jika tidak, bahkan jika kita berada di tingkat duniawi tertinggi, kemajuan dan kesempurnaan belum tercapai. Karena setiap jalan memiliki bahayanya, salah satu bahaya kemajuan dan pencapaian kesempurnaan adalah kesombongan dan keangkuhan; pentingnya masalah ini sampai pada titik di mana Imam Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam telah mengatakan dalam pernyataan mencerahkan lainnya:

«سَیِّئَةٌ تَسُوءُکَ، خَیْرٌ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ حَسَنَةٍ تُعْجِبُکَ‌»

“Dosa yang meresahkanmu lebih baik dalam pandangan Allah daripada kebajikan yang membanggakanmu.” (Hikmah ke- 46)

Oleh karena itu, dalam perjalanan spiritual menuju Tuhan, menyesali dosa, mengakui kesalahan, dan menghancurkan ego lebih efektif untuk mencapai kesempurnaan daripada sekadar berbuat baik yang justru membelenggu diri pada keakuan. Sebab, jiwa yang terbelenggu takkan pernah bisa terbang bebas.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha