Berita Hawzah – Dalam sebuah lokakarya bertajuk “Identitas Ketalabahan” yang diselenggarakan oleh Pusat Konseling Hawzah ilmiyah Khurasan di Madrasah Imam Muhammad Baqir (as), Kabupaten Khazari, Iran Hujjatul Islam Mujtaba Muhajir menekankan pentingnya identitas ketalabahan dan perannya dalam membentuk pendidikan agama serta keilmuan para santri.
Mengutip ayat suci Al-Qur’an “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”, ia menegaskan bahwa Allah SWT telah menetapkan kedudukan tinggi bagi orang beriman, khususnya para pemilik ilmu. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan ilmu, terutama ilmu agama, dalam sistem pengetahuan Islam.
Menjawab pertanyaan “Apa itu ketalabahan?”, Muhajir menjelaskan bahwa ketalabahan berarti menempuh pendidikan hawzah dengan tujuan yang jelas: memperoleh pandangan Islam dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ia menambahkan, seorang santri berupaya menggali dan menjelaskan pandangan Islam terkait beragam persoalan, mulai dari kebahagiaan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial, sehingga membentuk identitas ilmiah dan religiusnya.
Ketika ditanya “Siapa itu santri?”, ia menegaskan bahwa santri adalah peneliti Islamologi, dan ilmu Islamologi memiliki keunggulan dibandingkan disiplin ilmu lainnya. Menurutnya, santri senantiasa berinteraksi dengan firman Allah dan ajaran Ahlulbait (as), yang membentuk arah pemikiran dan praktik hidupnya.
Your Comment