Tuesday 14 October 2025 - 13:12
Siapakah Maria Corina Machado?

Hawzah/ María Corina Machado, seorang politikus sayap kanan Venezuela dan salah satu tokoh utama oposisi negara tersebut, telah diperkenalkan sebagai “calon perdamaian”, padahal ia memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung kudeta, intervensi militer Amerika Serikat, serta rezim kriminal Israel, rezim yang kini, dengan membombardir rakyat tak berdaya di Gaza, telah menjadi simbol nyata dari genosida.

Dilansir dari Berita Hawzah, mengutip dari “La Izquierda Diario,” para pengkritik menyatakan bahwa María Corina Machado tidak hanya memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung kudeta dan intervensi militer asing, tetapi juga merupakan salah satu pendukung terang-terangan rezim Zionis.

Sosok dengan Riwayat Intervensi
María Corina Machado berulang kali menyerukan intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, sebuah langkah yang tidak lain berarti upaya untuk memaksakan pemerintahan yang diinginkan Washington kepada rakyat negara tersebut. Setelah serangan udara besar-besaran Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran menggunakan bom penembus GBU-57A/B, ia memuji Donald Trump dan menyatakan bahwa “Caracas kini lebih dekat dengan Teheran.” Pada saat yang sama, pengerahan armada militer Amerika di Laut Karibia untuk mendukung Israel juga mendapat dukungan terbuka dari Machado.

Diam terhadap Kejahatan
Machado memilih bungkam terhadap serangan mematikan Angkatan Laut Amerika terhadap kapal-kapal kecil di perairan Karibia yang menewaskan puluhan warga Venezuela dan negara-negara tetangga. Menurut para analis, keheningan ini mencerminkan simpati nyata terhadap kebijakan tidak manusiawi Washington.

Dari Kudeta hingga Pengkhianatan terhadap Kedaulatan Nasional
Selama dua dekade terakhir, Machado terlibat aktif bersama kelompok antidemokrasi dalam setiap krisis politik di Venezuela, mulai dari dukungannya terhadap kudeta 2002 terhadap Hugo Chávez dan mogok kerja pengusaha pada 2003, hingga penolakannya terhadap hasil referendum 2004. Pada 2014, melalui gerakan “La Salida” bersama Leopoldo López dan Antonio Ledezma, ia menyerukan penggulingan pemerintah lewat aksi-aksi kekerasan. Kemudian pada 2019, dengan mendukung Juan Guaidó, ia secara terbuka menjadi perpanjangan tangan kebijakan Washington.

Dari Uribisme hingga Zionisme
Dalam beberapa tahun terakhir, Machado memuji model pemerintahan Álvaro Uribe, mantan presiden Kolombia yang dikenal karena represi berdarah terhadap oposisi dan dijuluki “pemerintahan teror.” Ia juga dengan bangga menyebut hubungan partainya, “Vente Venezuela,” dengan Partai Likud Israel, dan dalam salah satu pernyataannya menulis:
“Hari ini, semua yang membela nilai-nilai Barat berdiri di sisi pemerintah Israel, sekutu sejati kebebasan.”

Sebuah Irasionalitas yang Menyakitkan
Terlepas dari rekam jejak panjangnya dalam mendukung perang, dominasi, dan penindasan, nama María Corina Machado kini masuk dalam daftar calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian, sebuah penghargaan yang seharusnya menjadi simbol pembelaan terhadap kemanusiaan, bukan alat untuk melegitimasi para pendukung genosida dan perang.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha