Berita Hawzah – Upacara penutupan Penghargaan Global Arba’in ke-11 diselenggarakan pada Senin sore, 5 Januari 2026 bertepatan dengan 15 Rajab 1447 H, bertempat di Konsulat Republik Islam Iran di Karbala.
Acara ini dihadiri oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Imani-pour, Kepala Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam Iran, bersama sejumlah pejabat, ulama, cendekiawan, serta pelaku seni dan media dari Irak, Iran, dan berbagai negara lainnya. Dalam kesempatan tersebut, para pemenang edisi ke-11 Penghargaan Global Arba’in menerima penghargaan.
Ayatullah Sayyid Mujtaba Husseini, Perwakilan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam di Irak, dalam sambutannya sambil menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sayidah Zainab (sa), menegaskan,
“Keteguhan berpegang pada wilayah harus kita pelajari dari Sayidah Zainab (sa).”
Ia menilai Penghargaan Global Arba’in sebagai sebuah inisiatif bernilai tinggi dalam memperkenalkan Arba’in kepada masyarakat dunia melalui bahasa seni dan media.
Seraya menyinggung perkembangan situasi global terkini, Ayatullah Husseini mengatakan,
“Imam Husain (as) secara lahiriah mencapai kesyahidan, namun beliau meraih kemenangan dalam mencapai tujuan utama dari kebangkitan Asyura. Buah dari kemenangan itu adalah gaung nama Imam Husain (as) yang hingga kini terdengar di berbagai penjuru dunia. Saat ini pun, arogansi global dan kaum Zionis berupaya membungkam suara kebenaran. Dalam perang 12 hari, kami kehilangan sejumlah tokoh besar, namun kemenangan tetap berada di pihak kami dan poros perlawananlah yang keluar sebagai pemenang.”
Sementara itu, Muhammad Kazem Al-Sadeq, Duta Besar Iran untuk Baghdad, dalam sambutannya mengapresiasi para penyelenggara Penghargaan Global Arba’in. Ia juga menyinggung peringatan syahidnya Haj Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, seraya menyatakan,
“Dua bangsa Iran dan Irak memiliki ikatan yang sangat mendalam serta banyak kesamaan budaya. Salah satu momentum terindah untuk menampakkan ikatan tersebut adalah hari-hari Arba’in Husaini.”
Your Comment